BAKAL TERTIBKAN RATUSAN TV KABEL TAK BERIZIN DAN CEGAH KONTEN HOAX SERTA RADIKALISME, KPID GELAR AUDIENSI DENGAN KAPOLDA SULSEL. - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

April 20, 2021

BAKAL TERTIBKAN RATUSAN TV KABEL TAK BERIZIN DAN CEGAH KONTEN HOAX SERTA RADIKALISME, KPID GELAR AUDIENSI DENGAN KAPOLDA SULSEL.

0 Viewers
Audiens KPID bersama KAPOLDA SULSEL






Berita Rakyat, Makassar (SulSel). Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Drs. Merdisyam didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan dan Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widony Ferdi melakukan audiensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Selatan terkait konten siaran yang sehat, tanpa hoaks dan radikalisme serta penanganan lembaga penyiaran khususnya siaran TV kabel yang tidak berizin, di Ruang tamu pimpinan Lt.2 Mapolda Sulsel, Makassar (20/04/2021). 
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua KPID Sulsel, Muh. Hasrul Hasan, SE, MM. serta beberapa anggota komisioner dari KPID Sulsel.

Dalam audiensi itu, Kapolda Sulsel mendukung upaya KPID dalam menertibkan TV Kabel yang tidak berizin dan mengharapkan KPID tetap membangun kerjasama dengan Polda Sulsel, apalagi sudah dibuat MoU antara KPID Pusat dengan Mabes Polri. 
"Kalau KPID ada rencana Penertiban TV Kabel tak berizin, silahkan dikordinasikan dengan Ditreskrimsus Polda Sulsel," kata Kapolda Sulsel. 

Dikatakan pula, munculnya tayangan-tayangan di media berupa konten yang tidak sehat, seperti hoaks dan radikaismen itu harus ada pengawasan ketat dari KPID. Apalagi sudah ada undang-undang yang mengaturnya, yaitu UU tentang Penyiaran.
   
"Terhadap konten-konten yang tidak sehat, hoaks dan radikalisme, dapat bekerjasama dengan Bidang Humas Polda Sulsel," ungkap Kapolda. 

Sementara itu Ketua KPID Sulsel, Muh. Hasrul Hasan, SE, MM menjelaskan, saat ini hanya 23 TV Kabel yang berizin dan terdata, sedangkan ratusan yang lainnya yang beroperasi tidak berizin dan beroperasi di rumah masing-masing dan kontennya tidak diawasi oleh KPID.  Terkait Konten Radikal, KPID juga sudah bekerjasama dengan MUI dan membentuk Satgas terkait siaran Dakwah yang radikal. 

Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan menyampaikan bahwa Polri sebagai pihak yang bertanggung jawab memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, terus melakukan pencegahan dan menangkal hoaks dan konten radikalisme di berbagai media. 
"Termasuk media sosial yang tampaknya seolah-olah bebas menyebarkan berbagai hoaks dan hasutan," kata dia. 

Upaya pencegahan dilakukan Polri, yakni dengan melakukan patroli cyber, penyuluhan atau sosialisasi, pelatihan dan kampanye pemanfaatan internet dengan bijak. Lalu melakukan edukasi dan komunikasi ke penggiat medsos, para netizen, perguruan tinggi, media massa dan lembaga yang terkait. Sehingga, mereka bisa turut berperan mengkampanyekan anti hoax dan menjaga ketertiban bersama.

Di samping itu upaya penegakan hukum dengan cara menangkap dan memproses hukum pelaku, juga senantiasa dilakukan. “Untuk itu, peran serta masyarakat dalam upaya Polri tersebut penting artinya, masyarakat menolak hoaks, tidak menyebarkan, meneruskan apalagi memproduksi,” pungkas E. Zulpan. 


Penulis : Izzack 
Media Humas Polres Bantaeng. 
Baca juga:
https://www.berita-rakyat.co.id/?m=1

Tidak ada komentar:

Post Top Ad