Tanggapan Kadis LH Provinsi Sulawesi Selatan Terkait Tambang Pasir Spermonde - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Maret 18, 2021

Tanggapan Kadis LH Provinsi Sulawesi Selatan Terkait Tambang Pasir Spermonde

0 Viewers
Berita Rakyat, Makassar. Kadis DPLH SulSel, Ir H. Andi Hasdullah, M.Si merespon surat Walhi Sulsel, tertanggal 10 Maret 2021, Nomor Surat: 179/E/WALHI-SS/III/2021, Perihal: permohonan menjadi penanggap, pada hari Kamis, 18 Maret 2021 melalui saluran Aplikasi Zoom Meeting, jam 14.00-16-00 Wita di Makassar. 

"Iya benar, saya ditugaskan Bapak Plt Gubernur SulSel, Andi Sudirman Sulaiman untuk mewakili beliau sebagai penanggap atas undangan Walhi Sulsel terkait tambang pasir wilayah spermonde", demikian penjelasan Andi Hasdullah saat di hubungi melalui pesan WhatsApp (18/3/2021), malam. 

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tentu akan menghargai undangan Walhi SulSel untuk duduk bersama berdiskusi sekaitan dengan tambang pasir. Saya memenuhi undangan walhi sulsel tersebut setelah ijin dan mendapatkan tugas dari Plt Gubernur menjadi penanggap dari diskusi secara virtual", ucap Andi Hasdullah.

Sebagai penanggap dalam diskusi virtual yang digelar Walhi tersebut, Andi Hasdullah menyampaikan apresiasi serta menghargai semua aspirasi nelayan Pulau Kodingareng termasuk keluhan kurangnya tangkapan ikan.  

"Diskusi ini penting dan saya menghargai aspirasi nelayan. Terkait kurangnya tangkapan ikan, hal tersebut bisa saja disebabkan karena faktor alam yang tidak menentu sehingga kedepannya kita akan meminta pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Makassar dan Provinsi Sulsel untuk melakukan langkah-langkah pemberdayaan nelayan termasuk nelayan perempuan, khususnya di Pulau Kodingareng", urai Andi Hasdullah. 

Bentuk pemberdayaan yang dimaksud adalah bagaimana upaya kita memperbaiki alat tangkap dan kelengkapan sarana lainnya. 

Mantan kadis Kominfo SulSel ini juga membantah dan tidak sependapat jika dikatakan bahwa kurangnya hasil tangkapan ikan itu disebabkan karena aktifitas tambang pasir di Galesong. 

Pasalnya, sejak Oktober 2020, penambangan sudah selesai dan hasil peninjauan lapangan operasional tambang pasir pada saat itu sudah sesuai prosedur, baik titik kordinatnya, lokasi quarinya sudah sesuai perda RZWP3K yaitu diluar sekitar 13 km dari bibir pantai terluar dan kesesuaian ruang titik quari itu sudah sesuai dengan dokumennya, termasuk kesesuaian rekomendasi amdal yang dimilikinya. Dan sampai saat ini kita tidak melihat ada dampak ekologis yang ditimbulkannya. 

"Tentu, kita berharap, semoga kondisi ruang tangkap nelayan makin kondusif sehingga jumlah tangkapan ikan nelayan makin baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan di Pulau Kodingareng", tutup Andi Hasdullah.


Penulis :  Izzack-BR46

Baca juga:
https://www.berita-rakyat.co.id/?m=1

Tidak ada komentar:

Post Top Ad