Koni Lakukan Monev Cabor Paralayang Di Wuluhan - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Maret 29, 2021

Koni Lakukan Monev Cabor Paralayang Di Wuluhan

0 Viewers
Berita Rakyat, Jember (Jawa Timur). 
Hari Minggu (27/3/2021). Koni Jember menggelar monitoring dan evaluasi cabor Dirgantara yaitu  paralayang digunung Manggar Wuluhan. Seluruh rombongan Koni sebelum menuju lokasi gunung Manggar terlebih dahulu menggelar brifing di lapangan Kesilir sambil menyaksikan atlit Paralayang melakukan ground. 

Ada beberapa atlit Paralayang yang hadir Intan Zalsabila, Dea Prilianta dan Restu Adi Luhung, meskipun cuaca sangat panas sekali namun tak mengurangi semangat atlit Paralayang tersebut berlatih ground.

Ketua KONI Abdul Haris Afianto SH mengatakan, kami mengharap kepada semua tim monev KONI agar tetap semangat dan terus melaksanakan tugasnya meskipun belum ada anggaran. Tugasnya menyiapkan atlit atlit cabor yang ada dalam rangka Porprov VII di Jember.

"Kita fokus dan konsentrasi saja dalam menyongsong Porprov VII dan menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu yang dari luar daerah. Bahkan selain itu kita tetap menjaga sportifitas dalam olahraga." tutur Alvin.

Sementara Orang tua atlit Anik Patmawati menjelaskan, kami sangat mendukung sekali kepada Intan dalam menekuni olahraga adrenalin ini, selain membutuhkan keberanian sendiri juga membutuhkan sikap disiplin karena olahraga dirgantara ini hanya sendirian diudara.

"Kami ingin putri kami Intan ini bisa sukses menjadi atlit Paralayang Jember. Bahkan harapannya bisa memperkuat Jember pada Porprov VII di Jember ini." terang Anik yang mantan atlit silat ini.

Sementara instruktur paralayang Samsul mengungkapkan, iya saya salah satu dari instruktur cabor Dirgantara, paralayang nasional, jadi semua ada 30 orang di Indonesia. Sebenarnya cabor Dirgantara ini, paralayang tingkat kesulitannya tidak ada bergantung tingkat kemauan berlatih. Selain itu atlit Paralayang tidak takut ketinggian tapi takut jatuh.

"Jadi biasanya saya melatih 1 hingga 2 hari groun sudah bisa terbang, bergantung intelegensia atlitnya. Kalau intelegensianya lambat bisa 1 Minggu hingga berbulan bulan. Klo intelegensianya cepat bisa lebih cepat bisa terbang." Tandasnya.

Masih kata dia, kalau biaya Diklat hingga mengantongi Lisensi dan terbang hingga 40 kali itu sebesar 8 jutaan hingga tuntas dan bisa terbang dimana mana. Kalau bicara se-Jatim, Jember ini bisa mengalahkan daerah yang lain karena memiliki kelebihan alam dan sampai saat ini Jember masih ada 5 atlit Paralayang. 

"Dirinya berharap Pemerintah Jember peduli pada olahraga dirgantara ini, karena alam di Jember ini masih memungkinkan untuk paralayang. Selain itu sarana prasarana juga perlu perhatian dari Pemerintah setempat." pungkasnya. 


Penulis : Hairullah 
Baca juga:
https://www.berita-rakyat.co.id/?m=1

Tidak ada komentar:

Post Top Ad