Polisi Beberkan Kronologi Pemerasan Dua Tersangka Oknum LSM Sampang - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

iklan dalam berita

Februari 24, 2021

Polisi Beberkan Kronologi Pemerasan Dua Tersangka Oknum LSM Sampang

0 Viewers

Foto : Oknum LSM Amir Hamzah (38) dan Riski (42)

Berita Rakyat, Sampang. Tiba saatnya Kepolisian Resort Sampang membeberkan kronologi kejadian pemerasan hingga penangkapan yang di lakukan oleh Dua tersangka oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sampang. Selasa (23/02).

Kedua tersangka, harus berurusan dengan pihak Kepolisian, karena melakukan pemerasan terhadap Asbi (32), warga Dusun Timur Leke, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, sebagai pekerja proyek (Pemborong), korban pemerasan oleh dua oknun LSM di Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz dalam Pers Release kepada media membeberkan, kronologi penangkapan hingga Barang Bukti (BB) saat di amankan dari tersangka oknum LSM yakni, berupa kartu Id cart LSM milik Riski (42) dan Amir Hamzah (38), dua orang tersebut sebagai LSM Komunitas Pengawas Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) dan LSM Badan Pemantau Peyelenggara Pemerintah Republik Indonesia (BP3RI).

"Keduanya ini adalah oknum LSM, informasi ini berawal dari laporan korban, bahwa korban di ancam dan peras oleh tersangka," ungkap AKBP Abdul Hafidz, di hadapan seluruh media, dalam rangka Pers Release di Mapolres Sampang.

Menurut AKBP Abdul Hafidz, keduanya melakukan pemerasan terhadap korban Asbi, terkait pelaksanaan proyek, tepatnya di Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Sabtu (13/02) sekira pukul 22.00 Wib.

"Keduanya di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terhadap korban Asbi. Kami juga mengamankan Barang Bukti berupa uang tunai sebesar Rp 19.400.000 dari tangan tersangka," ujarnya.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menjelaskan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua oknum LSM yang awalnya membawa informasi terhadap korban, bahwa ada temuan pekerjaan Pokmas tahun 2019 lalu.

"Korban fan tersangka sempat berkomunikasi bahwa hasil temuannya itu tidak perlu di permasalahkan dan tidak mendatangi Ketua Pokmas. Sehingga terjadilah komunikasi antara korban dan tersangka, dan korban sempat diancam akan dilaporkan ke pihak yang berwenang," jelas Riki.

Dikatakannya pula, saat pertemuan korban minta didampingi oleh petugas Kepolisian, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Korban sempat diminta uang sebesar Rp 100 juta, namun korban tidak mau, hingga akhirnya terjadi negoisasi hingga Rp 40 juta.

"Saat pertemuan dengan tersangka, korban hanya membawa uang sebesar Rp 19.400.000 saja, dan sisanya mau dibayar keesokan harinya, namun ketika uang di terima, tersangka langsung diamankan oleh petugas, tepatnya di Cafe di Jalan Makbul, Kota Sampang," tambahnya

Perlu diketahui, Batang Bukti selain uang tunai Sebesar Rp 19.400.000. Polisi juga mengankan beberapa kartu id cart milik kedua tersangka dan beberapa henfon serta percakapan korban dengan tersangka melalui WhatsApp.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka akan di jerat pasal 368 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pemerasan, dengan ancaman kurungan selama 9 tahun penjara. 


Penulis : Mat Pandi
Editor : Ade

Tidak ada komentar:

Post Top Ad