Apes, Dua Oknum LSM di Sampang Harus Berurusan Dengan Polisi - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

iklan dalam berita

Februari 22, 2021

Apes, Dua Oknum LSM di Sampang Harus Berurusan Dengan Polisi

0 Viewers
Ilustrasi.
Berita Rakyat, Sampang - Apes, nasib mujur tidak berpihak terhadap kedua oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sampang. Keduanya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di sebuap Warung Kopi (Warkop) tepatnya di Jalan Makbul Sampang. Sabtu (20/02) pukul 22.00 Wib dini hari.

Dikabarkan, sebelum terjaring OTT, kedua oknum LSM tersebut, kerap mendatangi korban, terkait adanya temuan pekerjaan proyek yang di kerjakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) tahun 2019 lalu, tepatnya di Desa Gul bung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.

Korban berinisial H, kepada media menceritakan, kronologi sebelum pelaku di amankan oleh Polisi. Menurut H, yang menjadi sasaran utama oknum LSM tersebut, karena korban di ketahui sebagai pemilik Pokmas yang di anggap bermasalah.

Bahkan korban H mengaku sudah beberapa kali di datangi ke kediamannya di Desa Gul bung, selanjutnya mendatangi Ketua Kelompok Masyarakat di Desa Gul bung, dan mengancam akan membawa masalah tersebut ke aparat hukum agar di tangkap.

"Sebanyak empat orang mengaku LSM mendatangi kediaman Kelompok di Desa Gul bung, Kecamatan Pangarengan, dan sempat mengancam akan membawa permasalahan itu ke pihak yang keamanan agar di lakukan penangkapan," ancamnya kepada korban H.

Sudah tidak tahan dengan ancaman itu, dan di anggap sudah meresahkan masyarakat, sehingga korban H mengajak pelaku bertemu di salah satu warkop di jalan Makbul untuk membicarakan terkait temuan Pokmas di lapangan.

"Akhirnya kami melakukan pertemuan di salah satu warkop di Sampang, dalam pertemuan itu meereka meminta agar kami menyediakan uang sebesar Rp 100 juta tuk menutupi masalah temuannya di lapangan," ungkap H.

Namun pihak H menolak pemintaan pelaku, dengan alasan terlalu besar permintaan itu. Beberapa waktu kemudian mereka ngajak bertemu kembali, dan menurunkan permintaan dari harga sebelumnya menjadi Rp 50 juta, namun korban tidak juga merespon, dengan alasan korban sedang ada urusan ke Pasuruan.

"Dari permintaan awal Rp 100 juta, pelaku menurunkan harga menjadi Rp 50 juta, namun saya tidak merespon juga, karena saya sedang ada urusan ke Pasuruan," katanya.

Sepulang dari Pasuruan, tepatnya pada hari Sabtu (20/02) mereka kembali menghubungi mengajak pertemuan kembali di Kafe di Jalan Makbul, dan mengancam apabiala uang sebedar Rp 50 juta tidak di penuhi, maka akan melaporkan Kelompok terkait temuan pekerjaan Pokmas di lapangan.

Kurang lebih pukul 19.00 Wib, mereka menghubugi kembali, dan minta bertemu di Cafe lain, sebab di Cafe itu terlalu ramai dan banyak pengunjung. Setelah saya sampai di lokasi, R dan A (pelaku-red) tidak lama kemudian datang. Karena H tidak sanggup, akhirnya pelaku A bertanya 

"Berapa kemampuannya malam ini," cerita H dengan nada ancaman.

H menambahkan, bahwa pihaknya terkait penangkapan keduanya R dan A selanjutnya akan di serahkan kepada pihak yang berwajib. 

"Untuk selanjutnya, proses hukum saya serahkan terhadap pihak yang berwajib," pungkasnya.


Penulis : Mat Pandi
Editor : Ade

Tidak ada komentar:

Post Top Ad