2 Calon Advokat Dari Bantaeng Dan 2 Kepala Desa Di Jeneponto, Sukses Memediasi Kasus KDRT - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

iklan dalam berita

Februari 20, 2021

2 Calon Advokat Dari Bantaeng Dan 2 Kepala Desa Di Jeneponto, Sukses Memediasi Kasus KDRT

0 Viewers
Berita Rakyat, Jeneponto (Sulsel).  Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT yang terjadi pada kehidupan Pasutri (Pasangan Suami Istri) di Jeneponto, Sulawesi Selatan baru-baru ini, mendapatkan perhatian serius dari 2 Calon Advokat dari Bantaeng. 

Jum"at siang, 19 Februari 2021 sekitar jam 14:00 Wita. 2 calon advokat dari Bantaeng bergerak menuju Jeneponto atas laporan dari salah satu warga di Dusun Batu Maccing, Desa Maccini Baji, Kabupaten Jeneponto kepada keluarganya di Bantaeng. 

Keluarga korban KDRT di Bantaeng ini pun menyampaikan perihal tersebut kepada Jufri S.H yang merupakan kerabat dekatnya juga. 

Jufri S.H menghubungi Jamaluddin S.Hi untuk bersama-sama menuju ke Kabupaten Jeneponto guna memediasi pasutri yang sedang ditimpa masalah ini. 

Sebelum bergerak menuju Jeneponto untuk melakukan mediasi kepada pasutri ini, satu diantara dua calon advokat ini menghubungi saya (perwakilan dari media) untuk ikut bersama mereka. 

Menggunakan roda empat dan kami pun menuju ke Kabupaten Jeneponto. 

Kedua calon advokat ini, Jufri S.H dan Jamaluddin S.Hi disepanjang perjalanan bercerita dan berharap agar proses mediasi ini berjalan lancar dan aman. 

Sesampainya kami di Dusun Batu Maccing, kamipun langsung bertemu dengan si 'E" (perempuan yang mengalami kekerasan fisik atas perlakuan suaminya), di rumah orang tuanya. 

Si "E" pun bercerita asal mula terjadinya kejadian yang menimpanya. 
"Saya dipukul pakai balok berkali kali sehingga lebam pada pinggul bagian kiri. Saya tidak tau kenapa suami saya tega melakukan itu", ungkapnya. 

"Saya merasa cemburu atas sikap dan perilaku suami saya yang hampir setiap hari kerjanya main hp dan komunikasi dengan perempuan lain", ujarnya. 

"Saya merasa cemburu, karena orang yang saya sayangi itu tega mengkhianati saya", tuturnya. 

Perempuan (sebut saja Si "E" ini) ternyata dilanda api cemburu akibat sang suami keseringan main hp dan berbicara dengan perempuan lain lewat aplikasi MiChat. 

Setelah kami mendapatkan informasi dan keterangan dari si perempuan "E" ini, kamipun bergeser menuju rumah Kepala Desa Kalumpangloe untuk komunikasikan sekaligus meminta Kades agar bisa menghadirkan suami dari si "E" ini. Karena diketahui bahwa suami si "E" ini ber inisial "N" adalah warga Dusun Palippiri, Desa Kalumpangloe.

Namun Kepala Desa Kalumpangloe sedang tidak berada dirumahnya sore itu. 

Kamipun bergeser menuju rumah Kepala Dusun Palippiri untuk melakukan proses mediasi kedua pasutri ini. 

Kami minta kepada Kepala Dusun Palippiri agar bisa memanggil suami dari si "E" dan meminta keterangannya atas kekerasan fisik kepada istrinya itu. 

Namun si "N" ini tidak mau menemui kami dan mengutus keluarganya untuk menjelaskan duduk perkaranya kepada kami. 

Ist.
Berceritalah sepupu si "N" kepada kami. 
"Persoalannya ini gara-gara cemburu istrinya si "N" gara-gara si "N" suka main aplikasi MiChat dan bicara sama cewek di aplikasi itu", ujarnya. 

Karena 2 advokat asal Bantaeng ini merasa kurang puas atas jawaban sepupu si "N" ini, akhirnya Jamaluddin S.Hi menghubungi sahabatnya Kepala Desa Borong Lamu agar bisa menghubungi Kepala Desa Kalumpangloe agar bisa hadir di rumah Kepala Dusun Palippiri, Desa Kalumpangloe, Kabupaten Jeneponto. 

Dan akhirnya, Kepala Desa Kalumpangloe bersama Kepala Desa Borong Lamu pun ikut hadir di rumah Kepala Dusun Palippiri. 

Ist.
Kedua calon Advokat berambut gondrong asal Bantaeng inipun silih berganti berkomunikasi dengan Kepala Desa Kalumpangloe. 

"Alhamdulillah, setelah semuanya dijelaskan dan kamipun menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi kepada pasutri ini", ungkap Jamaluddin S.Hi. 

"Kami (Calon Advokat) dari Bantaeng meminta kepada Kepala Desa Kalumpangloe agar mempertemukan kedua pasutri ini dan membuatkan surat pernyataan dengan perjanjian", sambungnya. 

"Adapun isi perjanjian itu adalah Si "N" berjanji untuk merubah sifatnya agar tidak lagi keseringan bermain aplikasi MiChat yang membuat si istri jadi cemburu dan Si "N" juga berjanji untuk tidak lagi melakukan kekerasan fisik kepada istrinya. Apabila perjanjian itu dilanggar Si "N", maka konsekuensinya ini persoalan akan lanjut berproses di kepolisian", pungkas Jamaluddin S.Hi. 

Kepala Desa Kalumpangloe berjanji kepada kami untuk secepatnya masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan sebuah perjanjian. 

Syukur Alhamdulillah semua proses mediasi sore itu dirumah Kepala Dusun Palippiri berjalan dengan lancar dan aman.  


Penulis : Izzack 

Baca juga:
https://www.berita-rakyat.co.id/?m=1

Tidak ada komentar:

Post Top Ad