Muspika Patrang Lakukan Mitigasi Bencana Di Area Rawan Longsor - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Januari 26, 2021

Muspika Patrang Lakukan Mitigasi Bencana Di Area Rawan Longsor

0 Viewers
Berita RakyatJember - Curah hujan yang sangat tinggi bisa mengakibatkan bencana alam yang bisa membahayakan bagi kita semua,  namun upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam tersebut pihak Muspika Patrang telah berusaha melakukan mitigasi dan turun kelokasi ditempat- tempat  yang rentan dengan bencana alam.

Hal tersebut disampaikan Camat Patrang Drs. Rofiq Sugiarto ketika dijumpai di kantornya Senin siang (25/1/2021).

"Rencana hari ini Muspika Patrang akan berkordinasi melakukan mitigasi bencana bersama seluruh Kelurahan yang ada di Kecamatan Patrang. Karena saat ini curah hujan yang dengan insentisitas mulai sedang sampai tinggi sehingga dapat bisa mengakibatkan bencana alam dadakan yang sulit diprediksi." Terang Rofiq.

Meski demikian, tentunya perlu kita antisipasi dengan menyiapkan langka-langka antisipasi dini, dengan memaksimalkan seluruh SDM yang ada dan perlu kita ketahui wilayah Patrang yang terdiri dari bukit bukit rawan menjadi longsor.

Lanjutnya, ada beberapa titik yang bisa mengakibatkan bencana. Seperti di Bintoro, Jomerto dan Kelurahan  lainnya. Sehingga kami menugaskan satgas bencana yang akan melakukan mitigasi di daerah daerah rawan bencana.

"Termasuk himbauan kepada warga serta penyuluhan agar membersikan gorong- gorong agar tak mengakibatkan banjir genangan. Selain itu di Patrang ada Satgas bencana dan Satgas prokes, bencana itu ada bencana alam dan bencana medis seperti yang terjadi saat ini yang lagi dialami kita semua." imbuh Rofiq yang pernah menjabat sebagai Dispenduk.

Lebih jauh Rofiq menuturkan, untuk Satgas Prokes selalu bersinergi dengan Satgas bencana, karena bencana ini juga ada bencana medis seperti Covid. Di Patrang ada 2 Puskesmas yakni di Banjarsengon dan Patrang. Kami yakin 2 Puskesmas itu mampu untuk mengatasi hal tersebut. Dan muda mudahan pandemi segera berakhir.

"Tentunya tetap dengan 3 M agar supaya tetap mudah dikenal masyarakat, selain itu kita tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan agar kita tetap terhindar dari pandemi covid-19, minimal kita menjaga keluarga sendiri ." ungkapnya.

Dikatakan Rofiq, untuk terkait pelayanan kepada masyarakat sudah ada sistem pelayanan daerah (Simpeda) yang sudah tidak pakai antri lagi. Bahkan dari Dispenduk Capil juga mengarahkan bahwa pelayanan sudah ada di daerah RTH Kaliwates. Sedangkan kalau mau jelasnya informasi bisa datang di Kominfo Jember.


Penulis : Hairullah 
Editor : Anon Tigada

Tidak ada komentar:

Post Top Ad