Satresnarkoba Polrestabes Menggagalkan Peredaran 21 Kilogram Narkotika - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Desember 18, 2020

Satresnarkoba Polrestabes Menggagalkan Peredaran 21 Kilogram Narkotika

0 Viewers
Foto : Polisi memamerkan hasil ungkap narkoba beserta para pelakunya.
Berita Rakyat, Surabaya.  Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, bersama unit Idik III Satresnarkoba berhasil menggagalkan peredaran 21 kilogram narkotika jenis sabu di Jawa Timur.

Bahkan, seorang kurir sabu ditembak mati oleh polisi usai melawan saat ditangkap, Rabu (16/12/2020) malam lalu, di Kebonsari Surabaya.

Sebelum menembak mati kurir bernama Fauzi Pantiarso (40) warga Bangkalan Madura itu, beberapa hari sebelumnya polisi lebih dulu meringkus AP (25) warga Jakarta Barat, di Jakarta.

Dari tangan AP, polisi menemukan 10,8 kilogram sabu yang ditengarai berasal dari bandar narkoba di Malaysia

Dari AP, polisi kemudian mendapat informasi jika sabu itu harus habis diedarkan sebelum pergantian tahun.

"Sudah ada masuk 10 kilogram paket ke Jawa Timur. Dari sana timsus Satnarkoba Polrestabes Surabaya terus melakukan penyelidikan hingga menemukan kurir berinisial FP ini," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, Jumat (18/12/2020).

Penangkapan Fauzi Berlangsung Dramatis.
Sempat kejar-kejaran dengan mobil Suzuki Ertiga coklat metalik yang disewanya bersama sopir, polisi akhirnya terpaksa menembak Fauzi.

Bukan tanpa sebab, Fauzi nekat melawan menggunakan sebuah pistol rakitan dengan satu selongsong peluru yang ditembakkan ke arah petugas.

Nyawa Fauzi tak tertolong meski polisi sudah berusaha membawanya ke rumah sakit. Jauh sebelum dua kurir sabu itu ditangkap, polisi lebih dulu meringkus pengedar kecil di bawah jaringan lapas dan bandar narkoba internasional.

"Itu semua terkait dan kami bisa kumpulkan data hingga tangkap kurir level dua di bawah bandar yang mengendalikan jaringan melalui Lapas di Jawa Timur," tambahnya.

Total untuk semua barang bukti, polisi menyita setidaknya 22,157 kilogram sabu, 579 gram ganja kering, motor dan mobil sarana para pelaku kejahatan narkotika itu.
Isir berpesan, agar para bandar tidak lagi bermain di Surabaya karena dengan tegas polisi akan menumpas keberadaan mereka.

"Jika masih nekat, tentu kami tidak segan melakukan tindakan tegas terukur. Sekali lagi, kami tidak akan berhenti melawan peredaran narkotika di Surabaya" pungkasnya.


Penulis : Samsul
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad