Polisi Bersama BKSDA Jatim Menggagalkan Penyelundupan Burung. Sebanyak 131 Ekor Burung Dilindungi - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 17 Oktober 2020

Polisi Bersama BKSDA Jatim Menggagalkan Penyelundupan Burung. Sebanyak 131 Ekor Burung Dilindungi

0 Viewers
Foto : Barang bukti burung satwa yang diamankan petugas

Berita Rakyat, Surabaya.  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama BKSDA Jatim menggagalkan penyelundupan burung. Sebanyak 131 ekor burung dilindungi diselundupkan dengan menggunakan pipa paralon, di Jalan Kalimas Baru 2 Surabaya.

Satu tersangka yang diamankan berinisial TH (42) warga Kalimas Timur pada Rabu (7/10). Di rumah tersangka ditemukan 3 ekor burung Jambul Kuning dan 1 ekor burung bayan hijau.

Sementara barang bukti yang diamankan adalah satwa dilindungi, di antaranya 131 Ekor burung tersebut terdiri dari 3 ekor burung kakaktua jambul kuning satu di antaranya mati, 1 ekor burung bayan dalam kondisi mati, 4 ekor burung kakaktua jambul putih, 66 ekor jalak rio, 14 ekor nuri hijau, 6 ekor anakan burung tuwuwu, 13 ekor nuri merah, 2 ekor burung jagal papua, 7 ekor burung tuwuwu dewasa, 2 ekor burung bayan merah, dan 2 ekor burung bayan hijau.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setya Ningrum menjelaskan, "Modus dari penyelundupan ini, burung-burung disimpan dan disembunyikan dalam paralon," uncap Ganis pada Jumat (16/10).

Dari interogasi yang dilakukan, terungkap jika akan ada pengiriman ratusan burung dari Makassar menuju Surabaya. Menindaklanjuti hal tersebut polisi bersama dengan BKSDA Jatim kemudian menunggu kapal yang dimaksud.

"Burung tersebut diselundupkan dan hendak dijual ke pemesan yang ada di wilayah Solo, Tasikmalaya, Bandung, dan Jawa Timur," jelas Ganis.

Ganis menambahkan burung tersebut dijual oleh tersangka dengan harga bervariatif mulai Rp 1 hingga Rp 3 juta.

"Kita masih mendalami apakah tersangka ini masuk dalam jaringan internasional atau tidak. Karena untuk burung jambul kuning ini dijual di internasional sekitar Rp 30 juta. Kalau jambul putih ini pasaran internasional Rp 20 juta," ungkap Ganis.

"Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya tersangka kami jerat dengan pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 undang-undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tandas Ganis.


Penulis : Samsul
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad