Peringatan Hari Habitat Dunia 2020 Surabaya Mendapat Kehormatan Menjadi Tuan Rumah - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 06 Oktober 2020

Peringatan Hari Habitat Dunia 2020 Surabaya Mendapat Kehormatan Menjadi Tuan Rumah

0 Viewers
Insert photo di sini
Foto: Tari Remo pertunjukan yang disuguhkan khusus untuk para tamu undangan.

Berita Rakyat, Surabaya. Acara peringatan global Hari Habitat Dunia (World Habitat Day) 2020 yang dipusatkan di Kota Surabaya berlangsung impresif. Senin malam (5/10/2020).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bangga Kota Surabaya dipilih menjadi tuan rumah peringatan Hari Habitat Dunia yang digelar UN-Habitat, badan PBB yang bergerak di bidang permukiman dan pembangunan kota. Sebab, proses menjadi tuan rumah ini harus melewati bidding dengan berbagai kota lainnya di seluruh dunia. Apalagi, banyak sekali kota di berbagai dunia yang ingin menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Habitat Dunia ini.

Surabaya terpilih menjadi tuan rumah karena dinilai layak. Selain penanganan lingkungan dan perekonomian yang baik, Wali Kota Risma juga pernah meraih penghargaan Scroll of Honour pada peringatan Hari Habitat Dunia di Nairobi, Kenya, tahun 2018.

Opening ceremony digelar di Balai Kota Surabaya. Acara internasional ini juga berlangsung secara virtual dan diikuti oleh berbagai negara. Delegasi atau undangan yang hadir di lokasi diwajibkan untuk menjaga jarak, menggunakan masker dan sebelumnya telah menjalani tes swab pada saat kedatangan di Surabaya. Selain itu, panitia juga menata setiap meja dan kursi undangan berjarak sekitar 2,5 meter.

Di awal acara, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan beberapa sambutan. Kemudian, sambutan diisi oleh beberapa tokoh nasional maupun mancanegara melalui virtual zoom. Di antaranya, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterresz, Presiden RI Joko Widodo dan Direktur Eksekutif UN Habitat (Badan Program Pemukiman Manusia PBB), Maimunah Mohd Sharif dari Malaysia.

Wali Kota Risma mengatakan, Surabaya didapuk menjadi tuan rumah peringatan global Hari Habitat Dunia 2020 adalah kesempatan yang patut dibanggakan. “Namun, karena pandemi, kami menggelar acara ini secara virtual dan secara perwakilan beberapa delegasi di Surabaya,” katanya mengawali sambutannya di Balai Kota Surabaya.

Dalam sambutan yang berlangsung melalui virtual zoom, Presiden RI Joko Widodo turut menyampaikan selamat datang kepada seluruh delegasi yang hadir di acara tersebut secara langsung di Surabaya. “Sebuah kehormatan bagi rakyat Indonesia bahwa Kota Surabaya di percaya sebagai tuan rumah penyelenggara The Global Observance of The World Habitat Day tahun 2020,” kata Presiden.
Foto: Pertunjukan Kesenian reog di Panggung Balai Kota Surabaya
Peringatan Global Hari Habitat Dunia 2020 ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran internasional tentang tren urbanisasi, tantangan dan visi untuk pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, mempromosikan kerja sama internasional, dan memberikan kontribusi upaya global untuk membangun kota yang adil, makmur dan berkelanjutan, serta meningkatkan lingkungan hidup dan kualitas hidup masyarakat.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres lewat virtualnya menghimbau untuk segera menyediakan perumahan terjangkau dengan jaminan kepemilikan dan akses air, sanitasi, transportasi dan layanan dasar lainnya yang mudah bagi keluarga berpenghasilan rendah. Karena dinilai mendesak mengingat pandemi Covid-19. “Akses air bersih dan sanitasi, bersama dengan jarak sosial, adalah respons utama terhadap pandemi. Namun di daerah kumuh terbukti sulit untuk menerapkan langkah-langkah ini,” ujar Guterres.

Menurutnya, hal ini mampu meningkatkan risiko infeksi yang terjadi tidak hanya di permukiman kumuh, tetapi juga di seluruh kota yang sebagian besar dilayani oleh pekerja sektor informal berpenghasilan rendah yang tinggal di permukiman informal. Secara global, lebih dari 1 miliar orang tinggal di pemukiman yang padat dengan perumahan yang tidak memadai, dan jumlahnya diperkirakan akan mencapai 1,6 miliar pada tahun 2030.

Untuk memenuhi hal itu, kata Guterres, lebih dari 96.000 unit rumah diselesaikan setiap hari dan mereka harus menjadi bagian dari transisi hijau. Ia pun mendesak kemitraan yang lebih besar, kebijakan pro-kaum miskin, dan peraturan yang diperlukan untuk meningkatkan perumahan di kota.

Melalui acara Peringatan Global Hari Habitat Dunia 2020 ini, Presiden Joko Widodo berharap para delegasi dari seluruh negara dapat saling berbagi gagasan, bertukar pengetahuan, keahlian, dan pengalaman. Di samping itu pula dapat menjalin kerja sama dan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan ketangguhan kota menghadapi pandemi dan bencana lainnya.

“Kita bertemu di Kota Surabaya ini untuk meyakinkan kepada dunia bahwa Agenda Baru Perkotaan, New Urban Agenda, tahun 2036 tidak bisa ditunda-tunda lagi. Saat ini 55 persen penduduk dunia tinggal di perkotaan. Di tahun 2050 jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 68 persen. Laju peningkatan tertinggi terjadi di Benua Asia dan Afrika,” tuturnya.

Peringatan Global Hari Habitat Dunia tahun ini mengangkat tema “Housing for All: A Better Urban Future” yang dinilai oleh Presiden sebagai tema yang sangat relevan untuk seluruh dunia. Rumah layak adalah kebutuhan dasar semua orang di seluruh dunia yang akan memperkuat keluarga sebagai pilar utama kekuatan bangsa, sekaligus berperan sebagai benteng pertahanan pertama melawan berbagai risiko kesehatan termasuk pandemi Covid-19.

“Pemerintah Indonesia berupaya keras agar setiap warga negara dapat menempati rumah layak huni. Sejak tahun 2015 telah dilaksanakan program Satu Juta Rumah. Target pembangunan satu juta unit rumah per tahun sudah berhasil dilampaui pada tahun 2018 dengan fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Jokowi. 
Foto: Wali kota Tri Rismaharini sambut tamu delegasi Uganda, Mexico, Nairobi di halaman Balai Kota Surabaya.

Di sisi lain, Wali Kota Risma mengungkapkan, sebelumnya Surabaya dikenal sebagai kota yang panas dan kering. Karenanya, Pemkot Surabaya terus melakukan upaya penghijauan secara masif hampir di semua wilayah. Alhasil, saat ini suhu di Surabaya turun hingga 2 derajat celcius. “Pencapaian ini terwujud dengan membangun 575 taman kota, 114 hektar hutan kota, melestarikan 2.871 hektar hutan mangrove, serta menciptakan median hijau seluas 132 hektar,” ungkap Risma.

Di akhir acara, Wali Kota Risma kemudian menyerahkan piagam Pemenang Penghargaan Kehormatan UN Habitat kepada salah satu penerima dari Meksiko yang hadir langsung di Surabaya, yakni Direktur Jenderal Promosi ECOCASA SHF, Dr. Jose David Alvarez. Penyerahan penghargaan itu juga dilakukan langsung melalui virtual oleh Direktur Eksekutif UN Habitat (Badan Program Pemukiman Manusia PBB), Maimunah Mohd Sharif dari Malaysia.

“Bersama kami hari ini di Surabaya adalah salah satu pemenang penghargaan kehormatan UN Habitat, Dr. Jose David Alvarez, yang telah melakukan perjalanan jauh dari Meksiko ke Surabaya untuk menerima Piagam Penghargaan. Kami sangat menghargai kedatangan Anda,” tutur Wali Kota Risma.

Seusai penyerahan piagam penghargaan, acara dilanjutkan dengan berbagai suguhan tari dan musik. Di antaranya adalah pertunjukkan dari Ibam, anak penyandang tunanetra yang memiliki keahlian musik dan suara berbakat. Selain itu, ada pula tari remo, tari barongan dan reog hiburan lainnya.


Penulis : Lina
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad