50 Persen Wilayah Jatim Berstatus Zona Kuning dan Tidak Ada Lagi Zona Merah - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 21 Oktober 2020

50 Persen Wilayah Jatim Berstatus Zona Kuning dan Tidak Ada Lagi Zona Merah

0 Viewers
Foto : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa

Berita Rakyat, Surabaya.  Sebanyak 19 Kabupaten Kota atau 50 persen dari total keseluruhan Kabupaten Kota di Provinsi Jawa Timur dinyatakan berstatus zona kuning. Status tersebut ditetapkan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional pada Selasa, (20/10/2020).  

Berdasarkan hitungan Epidemiologis dengan 15 indikator meliputi kenaikan kasus, jumlah tes, tingkat kesembuhan, jumlah kematian maupun kapasitas rumah sakit.
 
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, artinya, saat ini 50 persen lagi wilayah Jatim yang berstatus zona oranye per hari ini. Sebelumnya, dua pekan lalu Jatim berhasil keluar dari status zona merah penyebaran Covid-19. Alhamdulillah, ini kabar yang sangat menggembirakan dan patut disyukuri.
 
Sambung Khofifah, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan kerjasama yang baik antara seluruh masyarakat Jatim dengan Pemprov dan Forkopimda Jatim, Pemerintah Kota Kabupaten dan Forkopimda Kabupaten Kota seluruh jajaran TNI, Polri dan tenaga kesehatan, media, kampus dan semua elemen yang telah berjuang keras dalam menangani Covid-19.
 
"Tidak hanya zona kuning, tingkat positivity rate di Jatim juga menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Minggu ini, Positivity Rate di Jawa Timur tercatat 7 persen dimana standar WHO adalah 5 persen. Artinya jumlah testing yang dilakukan semakin naik dan hanya 7 persen dari yang dites merupakan kasus positif. Harapan ke depan terus membaik lagi,” ungkap Khofifah.
 
Khofifah menyebut, sejak dimulai operasi yustisi per 14 September 2020 tercatat 2.040.742 teguran. Teguran lisan sebanyak 1.613.218 kali. Sementara teguran tertulis sebanyak 427.461 kali.
 
Sedangkan selama dua pekan terakhir intervensi dari Pemprov Jatim bersama Forkopimda cukup masif, khususnya dalam operasi Yustisi maupun testing sampel PCR. Sedikitnya, ada 65.147 titik operasi yang digencarkan selama dua pekan lalu, dengan jumlah pelanggar yang kena sanksi teguran sebanyak 696.570 orang, Hukuman sosial baru sebanyak 99.711 orang dan denda 11.313 orang.
 
Dari angka tersebut, lanjut Khofifah melonjak dua kali lipat dari jumlah operasi Yustisi di minggu sebelumnya. Untuk jumlah tes PCR yang dilakukan dalam dua minggu ini mencapai 53.425 test yang dilakukan oleh 66 Lab dan RS seluruh Jawa Timur.
 
“Strategi ini cukup ampuh menekan peningkatan jumlah kasus baru Covid-19 di Jatim,” imbuhnya.
 
Meskipun demikian, tambah Khofifah, Zona kuning bukan berarti menggambarkan bahwa pandemi COVID-19 ini selesai. Ini hanya bukti bahwa upaya masyarakat bersama dengan pemerintah, TNI, Polri, maupun tenaga kesehatan di Jawa Timur telah menunjukan progress yang nyata. Khofifah terus mengingatkan masyarakat untuk terus patuh kepada protokol kesehatan di saat pemerintah terus meningkatkan kapasitas 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment pungkasnya.


Penulis : Samsul
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad