Mahasiswi Politeknik Aceh Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 29 Juli 2020

Mahasiswi Politeknik Aceh Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir

0 Viewers
Foto: Masumi Mahasiswi Politeknik Aceh Selatan, Perancang Alat Pendeteksi Banjir.
Berita Rakyat, Tapaktuan. Masumi Mahasiswi Politeknik Aceh Selatan, merancang Alat Pendeteksi Banjir menggunakan sensor ultrasonik berbasis telegram dan suara sebagai Proyek Akhir pada Program Studi Teknik Komputer.

Alat ini diletakan di Sungai Gampong Geulumbuk, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (29/07/2020).

Masumi menjelaskan, "Alat pendeteksi banjir ini diletakan dekat aliran sungai dan alat pendeteksi ini berfungsi untuk mendeteksi banjir jika aliran air yang menggalir sudah tidak  normal maka alat pendeteksi ini akan bersuara dan memberikan pesan peringatan melalui telegram," 

Lebih lanjut, Masumi, alat ini di pasang di tempat yang rawan banjir misalnya di sunggai, kali, yang rawan banjir, jika air normal di sungai setinggi 1 meter masih normal, jika tinggi aliran air menjadi 2 meter maka status siaga dan jika air sudah di atas tidak normal maka alat ini akan bunyi dan akan mengirim peringatan melalui telegram dan bunyi sirine, tinggi air 3 meter sudah berpotensi banjir karena aliran air sudah tidak normal.

Tempat terpisah, Khairuman, S.Kom, M.Kom
selaku dosen pembimbing 1, pada Media mengatakan, dengan adanya alat pendeteksi banjir ini maka masyarakat dapat informasi dini mengenai banjir serta dapat menguranggi kerugian masyarakat.
Foto: Pemasangan alat Pendeteksi banjir di sungai Gampong Geulumbuk, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.
Adapun manfaat alat pendeteksi banjir ini adalah sebagai memberikan tambahan informasi kepada aparatur desa tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir sehingga dapat disosialisasikan kepada warga atau masyarakat.

"Memberikan gambaran kepada masyarakat tentang kesiapsiagaan terhadap bencana banjir dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terutama di daerah rawan banjir agar tetap siaga apabila sudah ada pringatan bahwasanya air sudah mulai tidak normal yang perpotensi akan ada banjir," pungkasnya.


Penulis : Kausar 
Editor   : Kukuh 

Tidak ada komentar:

Post Top Ad