Keindahan Danau Toba Nan Fungsinya Dalam Pengelolaan Air - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 27 Juli 2020

Keindahan Danau Toba Nan Fungsinya Dalam Pengelolaan Air

0 Viewers

Berita Rakyat, Samosir. Keindahan danau Toba tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia saja. Kini wisata perairan alami terluas di negeri ini telah dikenal secara global.

Hal ini lah yang mendasari terpilihnya Danau Toba sebagai salah satu dari 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintahan.

Untuk mendukung kelestarian sumber daya air yang berada di sistem perairan Toba, Pemerintah melalui Kepres No. 2 Tahun 2014 telah menugaskan Perusahaan Umum Jasa Tirta I (PJT I) sebagai BUMN yang melakukan pengelolaan sumber daya air secara terpadu di Wilayah Sungai Toba Asahan.

Upaya pelestarian perairan ini memang harus dilakukan secara terencana dan terintegrasi, dari hulu hingga hilir.Jasa Tirta I bersama dengan Pemerintah telah memetakan sejumlah permasalahan sumberdaya air di wilayah Toba Asahan beserta dengan program pengelolaannya.

Diantaranya adalah upaya konservasi di daerah hulu Danau Toba melalui penghijauan lahan-lahan kritis.

Sebagaimana kita ketahui bahwa suplai air terbesar yang masuk ke Danau Tobaberasal dari aliran air yang turun dari jajaran bukit yang mengelilinginya. Aliran air ini secara alami akan mengikis lapisan tanah dan membawa material sedimen masuk ke Danau Toba maupun Sungai Asahan.

Untuk mencegah adanya penumpukan sedimentasi, Jasa Tirta I melakukan upaya konservasi dengan menambah tingkat tutupan vegetasi di hulu DAS Toba Asahan terutama di wilayah Kabupaten Samosir, yakni di Kecamatan Sianjur Mulamula, Kecamatan Harian, dan Kecamatan Sitio Tio di Kabupaten Samosir.

Sedangkan untuk permasalahan sumber daya air di bagian hilir Danau Toba yakni berupa pendangkalan sungai Asahan akibat adanya sedimentasi.

Hal ini tentunya dapat berpotensi mengurangi efektivitas fungsi sungai sebagai sarana pengendali banjir di musim hujan dan sebagai kanal penyuplai kebutuhan air di musim kemarau.

Untuk mengembalikan kapasitas sungai, PJT I secara rutin melakukan kegiatan pengerukan sedimen di Sungai Asahan, di Kabupaten Toba. Pengerukan ini tidak sama dengan prinsip kegiatan penambangan pasir.

Dalam kerangka peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan sumberdaya air, kegiatan pengerukan sedimen di sungai berfungsi sebagai upaya pengendalian banjir serta untuk menghindari terjadinya blocking sediment pada intake PLTA.

Dapat diartikan bahwa kegiatan pengerukan sedimen ini masuk dalam kategori upaya pemeliharaan sungai.

Material sedimen yang diangkat dari sungai tentunya juga dilihat sebagai limbah atau material buangan.

Berbeda dengan aktivitas penambangan pasir, dimana material yang diambil akan dilihat sebagai komoditi yang memiliki nilai ekonomis tanpa mempertimbangkan efektivitas pengaruhnya dari perspektif pengelolaan sumberdaya air.

Hal ini tentunya membawa konsekuensi secara teknis terhadap kelestarian lingkungan.

Dalam melaksanakan kegiatan pengerukan sedimen, PJT I bekerjasama dengan PT. Inalum dan PT. Bajradaya Sentranusa (BDSN) selaku pemanfaat air di WilayahSungai Toba Asahan.

Dengan mengurangi sedimen yang ada di dasar sungai tentunya akan berdampak pada kelancaran suplai air untuk PLTA yang dikelola oleh PT. Inalum dan PT. BDSN. Saat ini, normalisasi sungai melalui kegiatan pengerukan yang dilakukan oleh PJT I terbagi di dua area.

Pertama, berada di Sungai Asahan bagian hulu dimana hasil pembuangan material sedimen diletakkan di spoilbank atau lokasi tampungan di lahan milik Inalum.

Dalam prakteknya, PJT I meminta izin kepada PT Inalum untuk memanfaatkan lahan spoilbank milik PT Inalum sebagai tempat penampungan material hasil pengerukan.

Untuk kegiatan ini, fokus Perum Jasa Tirta Ihanya sebatas kegiatan pengerukan sedimen di area sungai saja. Setelah pekerjaan pengerukan selesai dan dilakukan mutual check bersama antara PJT I dan PT Inalum, material hasil pengerukan ditinggal/disimpan di lokasi spoilbank tersebut.

PJT I tidak pernah melakukan pengolahan atas material hasil pengerukan yang ditempatkan di lahan spoilbank milikPT Inalum.

Pengerukan sedimen kedua dilaksanakan di longstorage Bendungan Siruar yang airnya dimanfaatkan untuk memutar turbin PLTA Asahan I milik PT. BDSN. Material buangan hasil pengerukan diletakkan pada temporary spoilbank yang disewa PJT I dari masyarakat dengan kapasitas terbatas untuk kemudian dipindahkan ke lokasi dumping area melalui kegiatan hauling sedimen.

Untuk kegiatan hauling sedimen tahun 2020, lokasi dumping area berada di lahan milik PJT I di Desa Simangkuk dan lahan masyarakat di Desa Parparean I.

Hal ini seturut dengan adanya permohonan bantuan material sedimen dari Kepala Desa Parparean I yang nantinya akan digunakan untuk keperluan penimbunan jalan tepi Danau guna mendukung pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.

Perum Jasa Tirta I tidak pernah memperjualbelikan ataupun memberikan rekomendasi atas penggunaan material sedimen hasil pengerukan kepada siapapun.

Serangkaian kegiatan pengerukan hingga hauling sedimen yang dilakukan oleh PJT I selalu didasari pada kebutuhan akan pemeliharaan sungai. Diantaranya adalah Sungai Asahan yang merupakan outlet terbesar aliran air Danau Toba sebelum menuju ke lautan lepas.


Penulis : Abdi
Editor   : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad