Asosiasi Pengusaha Minta DPRD Sampaikan Ke OJK Terkait Kredit Masa Pandemi - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 07 Juli 2020

Asosiasi Pengusaha Minta DPRD Sampaikan Ke OJK Terkait Kredit Masa Pandemi

0 Viewers
Berita Rakyat, Surabaya. Asosiasi Pengusaha Rencar Daerah (Asperda) Jawa Timur mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur untuk membahas keluhan terkait relaksasi kredit.

Kunjungan Asperda Jatim diterima langsung oleh Politisi PDI Perjuangan, Armuji. Hal ini seluruh aspirasi Anggota Asperda Jatim di Wadulkan Dewan guna mencari solusi terbaik.

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyampaikan, seluruh keluhan sudah saya terima dan kami akan melakukan rapat untuk agenda Hearing.

"Kumpulkan semua bukti-buktinya, insyaallah minggu depan akan saya panggil pihak finance untuk mencari solusi terkait relaksasi kredit," kata Armuji, Selasa (7/6/2020).

Diketahui, OJK mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020. Kebijakan tersebut tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical dan surat edaran OJK kepada Perusahaan Pembiayaan. Kebijakan OJK itu meminta bank atau perusahaan pembiayaan untuk memberikan relaksasi atau keringanan kredit bagi debitur atau peminjam, yakni bagi peminjam yang usaha dan pekerjaannya terdampak virus corona, baik langsung atau tidak langsung.

Ketua Asperda Jatim, Junaedi menyampaikan, saya wadul ke anggota Dewan Jawa Timur hanya ini jalan kami menyampaikan aspirasi terakhir.

"Asperda tetap menjalankan kebijakan Pemerintah dan manut dengan POJK. Sesuai dengan dikeluarkannya peraturan Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020. Jadi kalau kita tetap dibebankan, karena pandemi covid19 belum berakhir maka kami keberatan," kata Junaedi.

Mengingat, merebaknya wabah virus corona atau COVID-19 para pengusaha Rencar di Jawa Timur (Jatim) mengalami kerugian besar. Persentase penurunan hingga sebesar 95 persen sampai tidak menghasilkan. Kali ini mengalami kemunduran 95 persen, tekadang keluhan anggota sampai 100 persen.


Penulis : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad