Sebelas Pasien PDP di Bantul Meninggal Dunia - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 16 April 2020

Sebelas Pasien PDP di Bantul Meninggal Dunia

0 Viewers
Penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan yang masuk wilayah lain tengah digalakkan di semua kota di Indonesia. Ini dilakukan karena masyarakat kita masih banyak yang beraktivitas di luar rumah. FOTO: ISTIMEWA/Berita Rakyat

Berita Rakyat, Bantul -  Perjuangan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona virus (Covid)-19 harus berakhir tragis. Sebelas orang PDP di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dinyatakan meninggal dunia hingga Rabu (15/04/2020).

Menurut Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunung Kidul Immawan Wahyudi di Gunung Kidul, pada Selasa (14/4), ada dua PDP dari Kecamatan Girisubo, sehingga menyebabkan jumlah PDP yang meninggal dunia bertambah.

Jumlah PDP hingga saat ini mencapai 48 orang, dan masih dirawat lima orang. Untuk spesimen yang diambil ada 24 orang dan negatif 13 orang.

"Untuk yang positif tiga orang, dua sembuh, dan satu masih dirawat," kata Immawan Kamis (16/04/2020). Ia mengatakan hingga saat ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 937 orang.

"Kami melalui petugas medis mengintensifkan pemantauan kepada masyarakat, seiring tingginya jumlah pemudik ke Gunung Kidul, supaya ODP dan PDP tidak bertambah," katanya.

Immawan juga mengakui banyaknya warga Gunung Kidul yang kembali beraktivitas seperti biasa. Untuk itu, dirinya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga diri, dan mengurangi aktivitas keluar rumah. Ia mengakui kondisi tersebut karena secara psikologis masyarakat yang jenuh ketika sudah berhari-hari mengurangi aktivitas.

 "Kami sudah berkoordinasi akan melakukan imbauan lebih keras lagi, bersama polri, TNI, dan satpol PP. Termasuk dengan camat dan kepala desa, perlu adanya penyegaran," kata Immawan.

Selain itu, Immawan mengatakan dirinya telah memerintahkan seluruh relawan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk. Relawan ini telah melaksanakan tugasnya melakukan penyemprotan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19.

 "Relawan yang diperiksa kesehatannya, merupakan salah satu garda terdepan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Mereka setiap hari melakukan penyemprotan dan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Sumber : Antara News

Tidak ada komentar:

Post Top Ad