Jauh Sebelum Wabah Covid-19, Siti Fadilah Supari telah Melawan Bisnis Virus WHO (1) - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 17 April 2020

Jauh Sebelum Wabah Covid-19, Siti Fadilah Supari telah Melawan Bisnis Virus WHO (1)

0 Viewers

Berita Rakyat, Surabaya. Tulisan Pertama dari dua tulisan.
Pada awal tahun 2008, Penulis sedang menata montaze untuk proses pencetakan dari sebuah file buku karangan Dr. Siti Fadilah Supari (Menteri Kesehatan kala itu).  Judul bukunya ialah "Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan dibalik Virus Flu Burung."

Ketika membuka file back cover-nya, Penulis terperanjat melihat yang memberikan endorsement adalah orang-orang TOP. Ada Ahmad Syafii Maarif (Intelektual Muslim), Prof. Dr. M. Din Syamsuddin (Mantan Ketua Umum PP. Muhammadiyah), Solahudin Wahid (Intelektual Muslim), Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono (Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan), Romo Kardinal Julius Darmaatmadja (Uskup Agung), The Economist (Pers London) serta Pravda (Kantor Berita Rusia).

Siti Fadilah Supari mengisahkan kemenangan perjuangnnya melawan World Heath Organization (WHO) di sidang World Health Assembly di Jenewa. Tak sia sia sponsor Siti Fadilah yang mendukungnya, diantaranya Solomon Islands, Brunei Darussalam, Laos, Peru, Iran, Saudi Arabia, Maldives, Kamboja, Pakistan, Timor-Leste, Qatar, Sudan, Bhutan, Algeria, Irak, Kuba, Korea Utara, Malaysia, Bolivia, Vietnam, Palestina, Kuwait dan Myanmar.
Kemenangan Siti Fadilah dalam persidangan Internasional tersebut tak lepas dari bukti-bukti yang ia kumpulkan selama menjadi Menteri melalui penelitian dan pengalaman peliknya serta keberaniannya melawan WHO. Namun keanehan yang ia hadapi, "mengapa kok malah Amerika Serikat yang sangat getol membela WHO untuk mendapatkan virus dengan tanpa syarat?"

Awal kisahnya pada tahun 2005, setahun setelah pelantikan Beliau menjadi Menteri Kesehatan, di Indonesia terdeteksi secara mengejutkan virus H5N1 atau virus Flu Burung. Dari hasil penelitiannya, virus pendahulu Covid-19 ini hanya bisa ditularkan dari unggas ke manusia.

Namun secara sepihak, WHO dengan pongahnya mengumumkan melalui CNN bahwa penularan virus H5N1 di Indonesia telah terjadi dari manusia ke manusia.

Kengawuran WHO ini membuat berang perempuan tangguh ini. Siti Fadila membantahnya. Kalau memang betul penularan Flu Burung terjadi dari manusia ke manusia, maka semestinya para perawat dan orang-orang dekatnya yang akan tertular lebih dulu. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Tak salah jika disimpulkan bahwa WHO yang berada di bawah ketiak PBB ini banyak dipengaruhi oleh penguasa ring satunya yaitu IMF, Bank Dunia dan Perusahaan Transnasional yang berkeinginan mengambil keuntungan besar dari derita umat manusia akibat virus flu burung. Mereka juga sengaja ingin menghancurkan ekonomi Indonesia melalui strategi isolasi dan akan bertindak sebagai pahlawan dengan memberikan pinjaman dengan syarat yang memberatkan Indonesia.

Apalagi WHO memaksa Siti Fadilah untuk menyerahkan sampel specimen virus H5N1 Indonesia ini kepadanya secara gratis melalui Hongkong dan akan diberikan laporannya hingga 6 hari berikutnya. Dan melarang Indonesia untuk membuat vaksinnya.  Menurut Fadilah, ini terlalu lama dan menghambat penangan penyakit. Toh hasilnya tak akan jauh beda dengan pemeriksaan laboratorium yang ada di Indonesia. Dan Perempuan bermarga Sapari ini mengetahui niat buruk WHO untuk mendapatkan virus gratis agar bisa membuat penawarnya untuk dijual ke Indonesia tanpa memberikan keuntungan sama sekali ke Indonesia.

Serangan bertubi-tubi WHO tidak sampai sebatas itu saja. Mereka  melalui beberapa oknum antek-anteknya yang bercokol di dalam Pemerintahan Indonesia, telah berkongsi mendatangkan (yang pasti tidak gratis) rapid diagnostic test yang diproduksi oleh Perusahaan Transnasional. WHO juga merekomendasikan obat penanganan Flu Burung dengan harga selangit.

Perlawanan Ibu Siti kian kencang, penolakan demi penolakan kepoda WHO semakin keukeh. Ia berjuang untuk kemanusian. Jangan sampai virus yang menjadi momok manusia tersebut dijadikan ajang menghancurkan ekonomi suatu negara dan dijadikan senjata biologis. Lalu bagaimana dengan Covid-19? (Bersambung)
______________
Penulis : El-Hadi

Tidak ada komentar:

Post Top Ad