Wujudkan Jawa Timur BERSINAR, INSANO dan BNNP targetkan daerah 'MERAH' - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 26 Oktober 2019

Wujudkan Jawa Timur BERSINAR, INSANO dan BNNP targetkan daerah 'MERAH'

0 Viewers
Foto : Kabid Pemberantasan BNNP Jatim Kombes Pol Arief Darmawan, S.Si.,M.I.P. bersama DPD INSANO Jatim siap perang terhadap narkoba, Kamis (24/10/2019).
"Pin dan Sertifikat adalah sebuah komitmen kerjasama antara INSANO dengan BNN dalam memerangi narkoba di Jawa Timur".

Berita Rakyat, Surabaya - Indonesia anti narkoba (INSANO) wilayah Jawa Timur bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Jawa Timur mengadakan pelatihan Relawan Anti Narkoba di ballroom Semeru, Hotel Sahid jalan Sumatera No. 1-15 kota Surabaya.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus INSANO provinsi Jawa Timur antusias mengikuti pelatihan tersebut selama 2 hari, tanggal 23 hingga 24 Oktober 2019. Pada kegiatan tersebut terbagi dalam beberapa sesi pelatihan antara lain pengetahuan penyebaran narkotika di Jawa Timur, sanksi pidana dan aspek hukum, bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh dan konsep rehabilitasi, relawan Anti narkoba, dan wawasan pengetahuan bagi penyuluh untuk masyarakat.

Pada kegiatan terakhir yakni, Kamis (24/10/2019) BNNP Jatim melalui Kabid Pemberantasan Kombes Pol Arief Darmawan, S.Si,.M.I.P. secara simbolis menyematkan pin yang bertuliskan "Relawan BNN" serta pemberian sertifikat kepada DPD INSANO Jatim yang sudah mengikuti pelatihan, artinya siap untuk membantu BNNP Jatim melakukan pencegahan melalui sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat.

"Penyematan pin dan pemberian sertifikat kepada relawan (INSANO Jatim, red) secara simbolis ini bukan hanya sedekar simbol, tapi lebih pada komitmen. Sebab INSANO bukanlah sebuah organisasi pecahan dari sebuah organisasi lainnya, namun sebuah organisasi yang  punya visi misi dengan program yang kedepannya bisa selalu bersinergi dengan BNNP Jawa Timur dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur," kata Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Kombes Pol Arief Darmawan, S.Si.,M.I.P., Kamis (24/10).

Kabid Pemberantasan Kombes Pol Arief Darmawan, S.Si.,M.I.P. sematkan pin dan berikanberikan ser kepada pengurus DPD INSANO Jatim.

Arief menyampaikan, saya berharap program sosialisasi INSANO dalam pencegahan dini penyalahgunaan narkoba dapat dimulai dari daerah 'merah' bukan kuning atau hijau, hal tersebut dapat membatasi ruang gerak para pengedar narkoba, sehingga visi dan misi Jawa Timur bersinar (bersih narkoba) insya Allah dapat tercapai" imbuhnya.

Sementara ketua umum (Ketum) DPP Insano Sismanu mengungkapkan, besarnya angka pengguna narkoba di Indonesia semakin mendorong INSANO selaku organisasi kemasyarakatan yang akrab dengan generasi muda untuk mengambil langkah dengan menggelar pelatihan pada anggotanya dalam rangka memberikan informasi mendalam tentang bahayanya mengkonsumsi obat terlarang pada masyarakat. 

" Kini, tren penyalahgunaan narkoba lebih didominasi oleh anak muda yang rentan dengan pergaulan sehingga memang penting untuk memberikan sosialisasi secara spesifik dan secara berkelanjutan," beber Sismanu,(24/10).

Masih Sismanu, INSANO juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya dan kerja keras yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Jawa Timur, yang secara konsisten dan berkesinambungan, mengambil peran yang teramat penting bagi Bangsa ini dalam memerangi, mencegah, dan menanggulangi penyalahgunaan narkotika, khususnya di Jawa Timur," tambahnya.

Ketua DPD INSANO provinsi Jawa Timur, Drs. Didik Eko Yudhiono juga angkat bicara, ia berharap setelah melalui proses pelatihan relawan anti narkoba ini selama dua hari, oleh BNNP Jatim kepada para anggota dan pengurus INSANO dapat menerima manfaat jangka panjang, serta dapat menyebarluaskannya kepada masyarakat hingga dapat menjadi agent of changes.

"Peserta pelatihan nantinya akan dibentuk menjadi tim pengajar atau relawan yang dapat membantu jalannya sosialisasi “Bahaya Narkoba” di seluruh wilayah Jawa Timur baik tingkat propinsi, hingga kelurahan," pungkas Didik, sapaan akrab  ketua DPD INSANO Jatim.

Perlu diketahui menurut data BNNP Jatim lebih dari 4 juta masyarakat Indonesia adalah pengguna narkoba. Yang lebih mencemaskan lagi, prevalensi penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 3,21% atau setara dengan lebih dari 2 juta pelajar atau mahasiswa pernah menyalahgunakan narkoba pada tahun 2018.

Sementara itu, penyalahgunaan narkotika di golongan pekerja sebesar 2,1 persen atau lebih dari 1,5 juta orang dewasa yang pernah menyalahgunakan narkoba pada tahun 2018.


Penulis : nont
Editor : Yasyu

Tidak ada komentar:

Post Top Ad