Tagihan Bulanan PDAM Mencekik, Warga Jombang Berteriak - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 16 Oktober 2019

Tagihan Bulanan PDAM Mencekik, Warga Jombang Berteriak

0 Viewers

Berita Rakyat, Jombang - Warga Perumahan Puri Darma Indah, Kecamatan Tunggorono, Jombang mengeluh atas tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Kabupaten Jombang, Minggu (14/10). 

Sebagian besar warga perumahan mengaku aneh dan janggal atas pembayaran PDAM, Jl. KH. Wahid Hasyim 136 A, Jombang yang rata rata per bulan diatas Rp. 100 ribu. Hal ini diungkapkan, Rizky (50), warga Perumahan Puri Darma Indah Blok G, Jombang.

“Saya merasa ada yang aneh dengan tarif PDAM. Karena tiap bulan, saya harus bayar rata rata diatas Rp. 100 ribu,” ungkap Rizky.

Tidak hanya itu, lanjut Rizky, ada sejumlah warga perumahan yang menunggak pembayaran jutaan sampai dengan puluhan juta. 

“Saya rasa mereka, sengaja tidak membayar tagihan bulanan PDAM, karena merasa keberatan,” jelas Rizky.

Menurut Rizky, dirinya pernah menanggung beban pembayaran mencapai jutaan rupiah. “Saya belum tahu, kejanggalan ini apakah karena salah pencatatan petugas PDAM terhadap meteran Air PDAM. Ataukah memang dari Kantor PDAM Jombang memberlakukan tarif segini,” ucap Rizky. 

Pria separuh baya ini, mengaku keberatan dengan pemberlakuan tarif air PDAM yang mencapai ratusan ribu. 

“Jujur, saya keberatan dengan tarif air yang diberlakukan PDAM Jombang. Saya kemarin, sudah SMS ke SMS Canter PDAM Jombang yang tertera, tapi hingga sekarang belum ada balasan. Saya mohon ada kebijaksanaan dari Pemerintah Daerah Jombang, agar lebih murah lagi. Karena air PDAM adalah kebutuhan pokok kami sehari hari,” pungkas Rizky.  

Perlu diketahui akibat mencekiknya tarif perusahaan air minum wilayah Jombang sebagian warga yang sengaja menunggak dan tidak menggunakan air bersih dari PDAM beralih menggunakan air sumur meskipun kurang layak digunakan sehari-hari baik mandi, minum, dan cuci-cuci.


Penulis : Ade
Editor : Anon

Tidak ada komentar:

Post Top Ad