Resum DPRD Diabaikan, PD Pasar Anggap DPRD Macan "Ompong" - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 11 Oktober 2019

Resum DPRD Diabaikan, PD Pasar Anggap DPRD Macan "Ompong"

0 Viewers

Berita Rakyat, Surabaya - Rencana pembongkaran kios atau stand para pedagang unggas dipasar Keputran Selatan Surabaya diprotes oleh sejumlah kalangan. Sebelumnya sejumlah pemiliki stand telah menyepakati hasil resume dalam rapat fraksi dari partai demokrat nasdem digedung DPRD Kota Surabaya sejak tahun 2018 lalu.

Entah apa dikata, hasil resume rapat terakhir dilakukan pada 24 September 2019 di gedung DPRD Surabaya oleh komisi A dihiraukan oleh pihak PD Pasar Surya Surabaya. Adapun poin hasil resum rapat tersebut adalah,

1. Fraksi Demokrat Nasdem mendesak Pemkot Surabaya untuk mewujudkan tempat pemotongan unggas.

2. Pedagang diperkenakan tetap berjualan ditempat baru yang disediakan oleh PD Pasar dan juga disediakan tempat untuk pembuangan limbah (darah) pemotongan ayam sebanyak 7 tong.

3. Titik pemotongan tersentral di lokasi yang ditentukan PD Pasar.

4. Hasil rapat dikirimkan ke Pemkot Surabaya.

Namun setelah beberapa hari kemudian keluar surat edaran pemberitahuan dari PD Pasar Surya yang isinya untuk pemilik dan pengguna stand pertanggal 10 oktober 2019 agar segera mengosongkan dan merelokasi stand saudara ketempat stand yang baru sesuai hasil nomor pengundian. Dan pada tanggal 11 oktober 2019 akan dilaksanakan kerja bakti sekaligus dilakukan pembongkaran keseluruhan stand ungga sisi utara.

H. Hafid selaku yang ditunjuk sebagai koordinator pedagang unggas mengatakan kepada wartawan jika pihak PD Pasar tidak menghormati kesepakatan yang dibuat wakil rakyat dalam hal ini DPRD.

"Hasil Resume DPRD Kota Surabaya itu tidak dihormati oleh PD Pasar Surya Pemkot Surabaya. Lanjut Hafid, mereka itu (PD Pasar Surya) tidak menghormati wakil rakyat (DPRD) yang di pilih rakyat, Padahal hasil kesepakatan bersama yang telah ditanda tangani oleh PD Surya Pusat Kepala Pasar Selatan, Anggota DPRD Surabaya, serta pedagang ugggas Pasar keputran selatan, masyarakat yang berdagang puluhan tahun disini, "ujarnya. Kamis, (10/10/2019).

Masih menurut Hafid, tempat yang baru itu kecil sedangkan pedagang banyak sekali, apakah cukup. Meski dipaksakan tidak akan cukup, bapak Taufik selaku pembina pedagang pasar dulu pernah berjanji akan merelokasikan bahkan menjanjikan untuk mengganti setiap stand milik pedagang pasca pembongkaran yang dilakukan oleh petugas satpol PP di waktu itu.

"Pemkot Surabaya ini sebetulnya tidak siap menanggulangi polemik pedagang unggas ini, bahkan PD Pasar Surya Surabaya ini seakan akan membuat manajemen konflik sesama pedagang," jelasnya.

Buktinya, dengan diundurnya lagi tanpa ada pengawalan apalagi isi dari resum rapat DPRD tidak dilaksanakan. Pihak PD pasar Pemkot Surabaya membuat hasil resum rapat baru, kok aneh ?? 

"Apa mereka (PD Pasar) menganggap dewan perwakilan rakyat ini sudah kayak macan "ompong" yang tidak punya gigi,  wakil rakyat kok tidak dihormati sama sekali. Mau jadi apa kota ini, harus ada tindak lanjut dari Kejaaksaan atau KPK agar terkuak dugaan pelanggaran pelanggaran PD Pasar Surya terutama Pasar Keputran Selatan Surabaya," katanya dengan nada kesal disertai teriakan pedagang lainya.

Sementara itu, Armadayati  Kepala PD Pasar Pemkot Surabaya saat dikonfirmasi terkesan mengarahkan ke bagian kehumasan PD Pasar, " Sudah mas saya tidak mau bicara tentang hal ini, langsung saja ke Humas PD Pasar, saya tidak mau komentar," tutupnya.


Penulis : Ade
Editor : Abdi

Tidak ada komentar:

Post Top Ad