Insano menggelar ToT Mandiri, Kepala BNNP Jatim Apresiasi "Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba" - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 24 Oktober 2019

Insano menggelar ToT Mandiri, Kepala BNNP Jatim Apresiasi "Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba"

0 Viewers
Foto : Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha saat memberikan materi ToT Mandiri kepada DPD Insano Jatim, Rabu (23/10/2019).
Berita Rakyat, Surabaya - Narkoba musuh bersama. Kejahatan narkoba tidak bisa diperangi atau diberantas sendiri, dengan menggulung para pelaku bandar atau pengedar narkoba tentunya tidak hanya dilakukan pada aparat penegak hukum saja, melainkan support peran masyarakat, LSM atau Ormas sangat dibutuhkan guna meminimalisir pergerakan para pelaku, penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Dalam menyikapi hal tersebut, Indonesia anti narkoba (Insano) Jawa Timur yang dipelopori Didik Eko Yudhiono selaku ketua DPD Insano provinsi Jawa Timur menggelar Training Of Trainer (ToT) bersama Badan Narkotika Nasional provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim), di Ballroom Semeru, Hotel Sahid, Jalan Sumatera No.1-15 Surabaya, Rabu (23/10/2019).

Bertemakan "Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba". Pelatihan serta pembekalan yang dilaksanakan selama dua hari (23-24 Oktober 2019) tersebut dibuka langsung oleh kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha dan turut hadir pula bidang pemberantasan serta pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) BNNP Jatim.

DPD Insano Jatim foto bersama dengan kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha.

"Kita mengapresiasi dengan baik pada kegiatan organisasi relawan mandiri DPD Insano Jatim, karena tugas salah satunya ialah pemberdayaan masyarakat. Artinya, dengan adanya kelompok, maupun organisasi tersebut maka kami memberikan advokasi, sebagai pemahaman yang sama tentang antisipasi, pencegahan, dan pengertian tentang bahaya narkoba," terang Kepala BNNP Timur Brigjen Pol Bambang Priyambada, (23/10).

Ketika diwawancarai awak media online berita-rakyat.co.id, Brigjen Pol Bambang mengungkapkan, Hal ini dilakukan mengingat peredaran Narkoba di Indonesia saat ini, khususnya di wilayah Jawa Timur sangat dibutuhkan tindakan preventif penangkalan secara dini terhadap kejahatan narkoba. Oleh karena itu Insano Jatim melalui pembekalan yang kita berikan diharapkan nantinya, mereka salah satu relawan BNNP Jatim yang akan membantu dalam melakukan sosialisasi, pencegahan kepada masyarakat akan bahaya narkoba.

Pasalnya pasar narkoba diwilayah Jawa Timur sudah dalam tarap sangat memprihatinkan bahkan sudah masuk keseluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan pembekalan BNNP Jatim kepada DPD Insano provinsi Jawa Timur yang nantinya sebagai relawan BNNP Jatim agar dapat berkolaborasi, bersama-sama memerangi dan mencegah peredaran narkoba di lingkungan masyarakat, Jawa Timur," papar orang nomor satu di BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha.

Terkait naiknya prosentase jumlah pada narkotika tersebut ada sekitar 50 persen lebih, dan Napi (narapidana) yang berada didalam Lapas (lembaga permasyarakatan) jumlahnya mencapai 50 sampai 60 persen. Secara merata hal ini perkembangan di Jawa Timur sangat pesat tentang bahaya narkotika. "Kita buktikan belum dari Kepolisian, untuk BNN saja pada tahun 2019 ini barang bukti (BB) yang sudah diamankan dari tangan pelaku ada 53 Kilogram. Jadi, keseluruhan di tahun 2018, lalu BBnya ada 26 Kilogram dan hampir 100 persen, peningkatan sangat drastis.

Pengurus DPD Insano Jatim melakukan tes urine

"Untuk itu, lanjutnya perlu kita bahas secara bersama dengan organisasi Insano agar masyarakat faham tentang bahaya narkotika," bebernya.

Bambang sapaan akrab Kepala BNNP Jatim menyampaikan, baginya mengkonsumsi narkoba tersebut hanya cuma sesaat, namun lama-kelamaan akan ketagihan dan secara mutlak mengarah pada kejahatan kriminalitas."Kami berharap pada organisasi Insano agar penyampaian seputar bahaya narkotika kepada masyarakat (Jatim) dengan bersanding bersama BNNP Jatim. Sebagai relawan yang seirama (memerangi narkoba, red), harus mampu, sehingga sebagai organisasi anti narkoba tidak malah merepotkan masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengacu pada organisasi Insano lahir keprihatinan bersama melakukan tugas pencegahan narkotika. "Kalau mengenai pemberantasan tidak karena, bersifat pada pencegahan dengan mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan narkotika dengan cara bersosialisasi, edukasi pemahaman yang mendatangi ke tempat sekolahan, yang akhirnya sehingga pihaknya melakukan pelatihan relawan maka dengan tujuan akan mendapat legalitas berupa, sertifikat, pin, dan terdaftar nomor registrasi pada BNN Pusat," pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan ketua DPD Insano Jatim Didik Eko Yudhiono, tentunya saya sebagai ketua DPD Insano provinsi Jawa Timur sangat berterimakasih kepada BNNP Jatim dan DPP Insano serta peserta atau pengurus DPD Insano Jatim yang sudah berpartisipasi untuk mensukseskan kegiatan ToT Mandiri. Untuk itu DPD Insano Jatim sebagai relawan daripada BNNP Jatim akan bersinergi dalam membantu menangkal kejahatan narkoba di wilayah Jawa Timur. Karena rantai narkoba tidak hanya masuk pada kota besar saja namun narkoba juga sudah merambah ke desa desa kecil bahkan terpencil, kejahatan narkoba adalah musuh bersama, kalau tidak sekarang kapan lagi," ujar Didik Eko Yudhiono, (23/10).

Terpisah, ketua umum DPP Insano, Sisamanu mengatakan, dengan adanya DPD Insano Jatim  kita manfaatkan organisasi ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam memerangi, mencegah, penyalahgunaan dan peredaran gelap (kejahatan) narkoba," singkatn ketum DPP Insano, Sismanu. 

Adapun pada Kegiatan ToT Mandiri DPD Insano Jatim, BNNP Jatim juga melakukan tes urine kepada seluruh pengurus DPD Insano Jatim (38 peserta), bertempat di Ballroom Hotel Sahid, Jalan Sumatera No.1-15 Surabaya, turut hadir DPP Insano, ketua umum Sismanu, pembina utama DPP Insano Marsekal Muda TNI AU (Purn) Lukas Pamardi serta dihadiri Kepala BNN Provinsi Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha, bersama Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNN Provinsi Jatim Kombes Pol Arif Dermawan, hingga Kepala Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Jatim, AKBP Ria Damayanti.


Penulis : Yasyu Anontigada

Tidak ada komentar:

Post Top Ad