Keroyok Orang Hingga Kepala Bocor dan Tangan Patah, Oknum RW Kabupaten Sidoarjo Dipolisikan - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 01 September 2019

Keroyok Orang Hingga Kepala Bocor dan Tangan Patah, Oknum RW Kabupaten Sidoarjo Dipolisikan

0 Viewers
Luka di bagian belakang kepala korban

Berita Rakyat, Sidoarjo -
Oknum RW di Desa Bluru, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, dilaporkan salah satu warganya ke pihak berwajib. Hal itu lantaran diduga terlapor telah melakukan secara bersama-sama tindak pidana kekerasan, Sabtu (1/9/2019).

Korban adalah Ariyo Purnomo (35), seorang warga yang tinggal kos di Perum Pondok Buana, Kabupaten Sidoarjo.

Berdasar surat laporan kepolisian (LP) Nomor LPB/372/VIII/2019/JATIM/RESTA SDA, tanggal 27 Agustus 2019, terlapor dikenai dengan pidana Pasal 170 KUHP.

Menurut keterangan pelapor, oknum RW tersebut mendatanginya di warung kopi (warkop) milik korban sendiri yang berlokasi di lingkungan Pelayanan Publik Sidoarjo, Jalan Lingkar Timur, setelah mendapat aduan dari Tuti, perempuan yang juga akan membuka usaha yang sama dengan pelapor.

"Sebelum dia (oknum RW) datang, saya sempat menegur Tuti dengan baik-baik mengenai usahanya. Lalu Tuti mengadu ke dia, sehingga dia mendatangi warkop saya," ungkapnya.

Ironisnya, oknum Rukun Warga berinisial 'S' ini bukannya menyelesaikan secara musyawarah tapi langsung marah serta melakukan tindakan fisik.

"Bukannya ngomong baik-baik, malah melontarkan kata-kata kotor dan marah-marah, lalu saya didorong dan dipukul. Dia (terlapor) juga sempat memanggil dua orang lagi untuk mengeroyok saya," beber Ariyo.

Peristiwa penganiayaan tersebut dilakukan terlapor bersama dua orang lagi di depan istri dan anak Ariyo."Suami saya kepalannya dipukul pakai batu sama dia (terlapor) dan dipukuli bersama dua temannya," jelas istri pelapor.

Tangan kanan korban yang patah

Akibat kejadian ini, pelapor mengalami luka (bocor) di bagian belakang kepala serta tangan kanannya patah. Ariyo yang tidak terima dengan perlakuan oknum RW ini bergegas untuk mencari keadilan ke pihak berwajib dengan cara melaporkan ke Polresta Sidoarjo.

Dari keterangan masyarakat setempat, sikap terlapor memang dikenal arogan dan semena-mena, khususnya dengan para pedagang. Hingga berita ini dimuat, terlapor saat hendak dikonfirmasi tidak berada di rumahnya, bahkan konfirmasi via ponsel pun tidak ada jawaban.


Penulis : Tim
Editor : Hary

Tidak ada komentar:

Post Top Ad