Terkait Sengketa Tanah Tambak Wedi, Tokoh Masyarakat Ancam Kerahkan 1000 Massa - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

iklan dalam berita

Senin, 29 Mei 2017

Terkait Sengketa Tanah Tambak Wedi, Tokoh Masyarakat Ancam Kerahkan 1000 Massa

0 Viewers

Foto: H.Sahlan Tokoh Masyarakat Surabaya.

Berita Rakyat Surabaya - Pasca pencabutan plang Pemkot Surabaya yang terletak di jalan Tambak Wedi gang 12 dan 12A, pada hari minggu (28/05), yang dilakukan oleh pihak Ahli Waris H.Badrul Munir, terdapat 10 plang Pemkot Surabaya yang bertuliskan " Tanah ini aset milik Pemkot Surabaya " yang pada saat itu pasca pencabutan plang disaksikan pula oleh pihak Polsek Kenjeran, Koramil dan pihak Kelurahan dan Kecamatan Kenjeran.

Dengan harapan mendapat penjelasan dari pihak pemkot Surabaya, atas kepemilikan tanah warisan almarhum H.Badrul Munir. Namun pihak Pemkot melakukan pelayangan surat peringatan ke II kepada pihak ahli waris, yang hanya berselang satu hari dari waktu eksekusi plang pemkot yang dicabut, justru ahli waris dalam hal ini yang dikuasakan kepada H.Munawar Jailani yang didampingi oleh salah satu Tokoh Masyarakat Surabaya Utara H.Sahlan, merasa terintimidasi adanya surat yang dikeluarkan tertanggal surat Senin (29/05), oleh pihak Dinas Pengolahan Bangunan dan Tanah Pemkot Surabaya. Bernomer  593/ 3011/ 463.7.11/ 2017.

Hal ini diutarakan H.Munawar Jailani kepada berita rakyat (29/05). Ia merasa terintimidasi atas surat yang dikirim pemkot Surabaya pada dirinya, "Saya mengharap atas pencopotan papan milik pemkot Surabaya, ahli waris mendapat kejelasan kepemilikan tanah dan surat-surat petok keluaran tahun 1974 atas nama H.Badrul Munir (almarhum)." Ujar Munawar.

Tidak terima atas surat yang dilayangkan oleh ahli waris H.Badrul Munir (almarhum), tokoh masyarakay Surabaya Utara H. MOCH SAHLAN atau panggilan akrab Abah Sahlan angkat bicara terkait isi yang merupakan ancaman atau intimidasi terhadap H.Munawar.

  Foto: H.Munawar & H.Sahlan (Tokoh Masyarakat) 
Menunjukkan Surat Dari Pemkot Surabaya
Yang Dianggap Salah Satu Intimidasi

"Jangan sampai yang benar disalahkan, dan yang salah dibenarkan. Selama ini ahli waris ingin meminta haknya, secara prosedur sudah di jalankan. Namun sampai detik ini tidak pernah mendapat kejelasan," ungkapnya.

Ditambahkan abah Sahlan, jika sampai ahli waris H.Munawar Jailani diancam dilaporkan kepolisian dan sampai masuk penjara karena meminta kejelasan haknya atas peninggalan waris H.Badrul Munir (almarhum) tidak digubris sama sekali oleh pihak pemerintah kota Surabaya.

"Saya tokoh masyarakat Surabaya Utara tidak tanggung-tanggung akan mengerahkan paling sedikit 1000 massa ngeluruk pemkot Surabaya," tegas abah Sahlan kepada berita rakyat (29/05).

Perlu diketahui surat yang membuat geram tokoh masyarakat abah Sahlan yang brisikan tentang pembongkaran papan nama aset pemkot Surabaya di Kelurahan Tambak Wedi Kecamatan Kenjeran, pada tanggal 28/5/2017. Agar pihak ahli waris H.Munawar Jailani, untuk segera mengembalikan papan nama aset Pemkot Surabaya seperti keadaan semula dalam jangkah waktu 1x 24 jam sejak surat peringatan ini diterima oleh ahli waris. Dan jika dalam waktu yang diberikan tidak memperhatikan surat peringatan ke dua tersebut yang ditembuskan kepada Walikota Surabaya, Kejaksaan serta Pihak Kepolisian. Pihak Pemkot akan menempuh jalur hukum (At).


Tidak ada komentar:

Post Top Ad