Perkara Persetubuhan Anak Dibawah Umur Di Polrestabes Surabaya, Belum Terungkap Kepublik - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

iklan dalam berita

Jumat, 05 Mei 2017

Perkara Persetubuhan Anak Dibawah Umur Di Polrestabes Surabaya, Belum Terungkap Kepublik

0 Viewers
Foto: Korban VN (15) Saat Diperiksa Menjadi Saksi Korban Di Mapolrestabes Surabaya.

Berita Rakyat Surabaya - Oknum anggota Satpol PP kota Surabaya diduga telah melakukan tindak pidana, diketahui oknum Satpol PP bernama Samsuri dilaporkan SW ibu kandung VN (15), tentang Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur, sebagaimana diatur dalam Pasal 81 UU No 35 Tahun 2014, tentang Perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Sesuai dengan Laporan No. STTLP/B/334/V/2017/SPKT/RESTABES SBY tanggal 3 Mei 2017.

Karena dianggap tidak bertanggung jawab atas perbuatannya dan di anggap telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban VN (15) gadis yang masih dibawah umur, Samsuri Pegawai Negeri Sipil (PNS) staf Gudang Satpol PP Kota Surabaya dilaporkan ke Polisi.

Melalui SW ibu korban menuturkan bahwa, korban VN sebelumnya sudah mengenal Samsuri sekitar satu tahun lamanya.

“Kenalnya di warung rujak milik Mila, daerah Wiguna (wisma gunung anyar Medokan Ayu). Saat itu sedang ada penertiban PKL,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/5).

Selama masa berkenalan, rupanya Samsuri pun tertarik kepada VN, dan dengan iming-iming akan diberangkatkan umroh, dibelikan rumah dan bertanggung jawab, Samsuri pun akhirnya mencabuli VN hingga akhirnya hamil sekitar 3 bulan.

Namun setelah mengetahui VN hamil, Samsuri rupanya mulai mengingkari semua janjinya.

“Enggak tau kenapa, buktinya tidak ada tanggung jawabnya,” kesal SW orang tua korban, di Mapolrestabes Surabaya.

Saat dikonfirmasi awak media, Samsuri mengaku telah melakukan itu, dirinya telah melakukan layaknya hubungan suami istri kepada VN, namun dirinya membantah bila dikatakan tidak bertanggung jawab atas hamilnya VN warga Kedung Tarukan, Pacar Surabaya. 

“Iya saya telah melakukan itu, Saya akan bertanggung jawab,” jawabnya kebingungan.

Terpisah, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal S.IK.,M.H dikonfirmasi, berjanji akan memproses sesuai hukum yang berlaku.

“Setelah dilakukan penyidikan dan ada bukti kuat, akan kami proses hukum,” tegasnya Iqbal (04/05).

Setelah berita ini di unggah pihak Polrestabes masih belum berani mengungkap kasus ini kepada publik dan pelaku oknum Satpol PP belum di tindak dan ditahan oleh pihak kepolisian Polrestabes Surabaya (Ade).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad