17 Orang Meninggal Dunia Karena Longsor - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

April 01, 2017

17 Orang Meninggal Dunia Karena Longsor

0 Viewers
Foto: Kondisi Longsor di Ponorogo Jawa Timur.

Berita Rakyat Ponorogo - Bencana longsor menerjang permukiman warga dan menimbulkan korban jiwa. Hujan yang berlangsung pada Jumat malam (31/3/2017) memicu longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (1/4/2016) pukul 06.00 Wib.

Longsor menimbun rumah dan masyarakat yang sedang memanen jahe di bagian bawah lereng perbukitan. Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kabupaten Ponorogo, terdapat 17 orang yang masih tertimbun longsor. 

Belum dapat dipastikan berapa jumlah keseluruhan korban yang tertimbun longsor yang berasal dari warga yang di dalam rumah dan bekerja memanen jahe saat longsor berlangsung. BPBD bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi. Terdapat korban yang berhasil lari saat kejadian. Menurut laporan Kepala Desa Banaran saat kejadian berlangsung cepat, korban di kebun sempat lari namun terkepung material longsoran kemudian tertimbun longsor.


Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan Kepala BPBD Jatim Sudarmawan dan Kepala Dinas Sosial Pemprov Jatim, Sukesi menuju lokasi.

Benny menjelaskan, berdasarkan pernyataan Kadinsos Jatim, jumlah korban yang telah ditemukan 17 korban meninggal. "Semoga korban lain lebih cepat ditemukan setelah ekskavator datang," ujarnya, dalam siaran pers, Sabtu 1 April 2017.

Berdasarkan data sementara, 17 korban meninggal dari Desa Banaran antara lain: Jadi (warga RT 2/RW 3 Tangkil), Pujianto (RT 2/RW 1), Maryono (RT 2/RW 1), Siyam (RT 2/RW 1), Situn (RT 2/RW 1), Tolu (RT 2/RW 1), Katemun (RT 2/RW 1), Menit (RT 2/RW 1), Aldan (RT 3/RW 1), Janti (RT 3/RW 1), Pita (RT 3/RW 1), Nadi (RT 3/RW 1), Hengki (RT 3/RW 1), Iwan (RT 3/RW 1), Iwan (RT 3/RW 1), Katemi (RT 3/RW 1), Suyono (RT 1/RW 3), dan Muklas asal Krajan. 

Pengiriman ekskavator, Benny berujar, membutuhkan waktu karena akses menuju lokasi yang sempit. Untuk jarak sekitar 3 km menuju lokasi membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Selain itu, masyarakat berduyun-duyun menonton longsor sehingga jalan macet. Untuk alasan yang terakhir, menurutnya, telah dikondisikan oleh aparat agar saat ekskavator datang akses menjadi lancar.

Adapun Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Sumani, menjelaskan kejadian longsor tersebut. Sebelum tertimbun, menurut dia, puluhan warga itu sedang memanen jahe di lahan wilayah lereng perbukitan. Sebagian dari mereka tidak bisa menyelamatkan diri karena kondisi tanah labil setelah diguyur hujan sejak Jumat sore, 31 Maret 2017.

Sebelumnya sudah ada tanda-tanda longsor. BPBD telah memperingatkan warga akan bahaya longsor. Saat malam hari warga mengungsi sementara. Namun saat warga kembali ke rumah pada pagi hari untuk bekerja, longsor menerjang saat tidak ada hujan. Posko juga sudah didirikan di Desa Banaran. Inilah salah satu ketidakpastian dari longsor yang sulit diprediksikan kapan secara pasti terjadi longsor (Rr/At).







Post Top Ad