KEPALA BNN: TNI BISA MENINDAK TEGAS DAN MENANGKAP PARA BANDAR NARKOBA - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Maret 12, 2017

KEPALA BNN: TNI BISA MENINDAK TEGAS DAN MENANGKAP PARA BANDAR NARKOBA

0 Viewers
Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penegakan hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba, kini semakin meluas, TNI dapat ikut serta dalam penangkapan atau penggerebekan bandar narkoba dan dipersilakan melakukan penindakan tegas, termasuk melakukan penyamaran dan kontak langsung dengan para bandar untuk penangkapan.


Berita Rakyat Surabaya - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal  Budi Waseso, yang dilansir diberbagai media online. Mengatakan bahwa peran TNI ini merupakan kesepahaman yang telah disepakati dan dikomunikasikan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Panglima TNI. Saat ini teknis pelaksanaannya, menurut Budi Waseso, sedang dibicarakan kedua institusi. Upaya ini dianggap sebagai salah satu cara untuk melakukan penindakan tegas terhadap para bandar narkoba.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri ini kerap disapa, mengaku sudah bertemu Panglima TNI dan membicarakan hal tersebut. Menurut Buwas, hal ini dapat diterapkan dan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Ia menambahkan, salah satu tugas TNI adalah melawan dan memerangi setiap musuh negara. Karena itu, TNI pun memiliki wewenang untuk melawan narkoba dengan cara menumpas para bandar.

“Narkoba itu juga musuh negara, musuh kita bersama. Karena itu, TNI pun memiliki peran untuk melakukan penumpasan terhadap para bandar,” kata Buwas.

Peran Penindakan TNI
Ia menjelaskan, aparat hukum seperti kepolisian dan BNN akan tetap melakukan bagiannya dalam hal penegakan proses hukum. Artinya, dua institusi penegak hukum ini akan tetap memproses secara hukum terhadap siapa pun yang terlibat dengan narkoba, sesuai dengan pelanggaran yang dibuatnya.
“Sementara itu, TNI nanti dikhususkan pada penangkapan dan penindakan di lapangan. Intinya TNI itu kan tugasnya memang perang. Nah dalam hal ini perang terhadap para bandar, tindak tegas di lapangan. Istilahnya di dalam perang, membunuh atau dibunuh,” ujar Buwas.

Karena itu, ia melanjutkan, nantinya dalam penangkapan yang dilakukan BNN, akan ada anggota TNI yang dilibatkan. Secara teknis Buwas menerangkan, BNN akan melakukan profiling (penelisikan data-red) dan pengumpulan informasi terkait seorang bandar.  Artinya, informasi yang ada akan disampaikan kepada pihak TNI dan akan dilakukan penindakan secara bersama setegas-tegasnya.


“Jadi, informasi yang ada kami serahkan kepada TNI, kami tunjuk bandar yang kami maksud supaya TNI maju dan ikut melakukan penangkapan. Kalau perlu tindak tegas, tindakan tegas adalah  bentuk komitmen bersama antara institusi pemerintah yang ingin serius memerangi narkoba. Paradigma yang diterapkan adalah perang terhadap narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada BNN ataupun institusi Polri. Setiap institusi pemerintahan pun harus memiliki peran dan komitmen bersama-sama dalam upaya pemberantasan terhadap narkoba," Terang Buwas.

“Karena itu, saya berkomunikasi dengan beberapa institusi, tidak hanya dengan TNI dan Polri, tapi juga institusi lain, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Bea Cukai, dan institusi-institusi lain,” paparnya.

BNN juga berharap masyarakat Indonesia harus memiliki komitmen untuk ikut memerangi narkoba. Caranya yakni dengan lebih peduli kepada lingkungan sekitar dan memberikan informasi kepada penegak hukum jika melihat hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Saat ini saya juga melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat dalam memerangi narkoba. Saya sudah buat beberapa konsep untuk itu dan siap dilaksanakan,” tutur Buwas.

Pandangan TNI soal perang terhadap narkoba ini juga ditegaskan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, narkoba menjadi ancaman terbesar bangsa ini dan Aceh merupakan salah satu provinsi yang dibidik para pengedar barang berbahaya tersebut.

“Indonesia sekarang dijadikan sebagai pasar narkoba dan yang menjadi sasaran utama adalah Aceh. Aceh salah satu target mereka. Coba bayangkan, Aceh yang menganut syariat Islam dan berlabel Serambi Mekah, tapi Aceh duluan yang diincar,” ujar  Jenderal Gatot dalam kuliah umumnya di salah satu universitas di Aceh, September lalu (AT).


Tidak ada komentar:

Post Top Ad