Dirut PT.PAL Dibawa Kekantor KPK - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

April 01, 2017

Dirut PT.PAL Dibawa Kekantor KPK

0 Viewers



Berita Rakyat SurabayaBeredar kabar tertangkapnya petinggi PT. PAL dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK). Tidak hanya di Jakarta, KPK  juga melakukan Operasi Tangkap Tangan  di Surabaya. Kali ini, petinggi level teratas industri galangan kapal PT. PAL Indonesia (Persero) dibawa dalam satu mobil.
Dari pantauan berita rakayat, tertangkapnya petinggi PT. PAL oleh OTT KPK tersebut sempat disangkal keras oleh pihak management PT. PAL. Namun hal tersebut terbantahkan ketika Kepala Departemen Hubungan Masyaraat PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya, Bayu Wicaksono membenarkan terkait kedatangan KPK di PT. PAL.
"Pak Dirut ikut dibawa dengan KPK, kelihatannya untuk dikonfirmasi pemberitaan tadi sore. Karena Pak Dirut alergi, didampingi pendamping Sekretaris Perusahaan, Elly Dwi Ratmanto," ujar Bayu, Kamis (30/03/17).
Dari informasi yang berkembang, seseorang yang diduga kuat Direktur Utama (Dirut) PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya, Firmansyah Arifin itu, sekitar pukul 21.00-23.00 WIB terlihat keluar gedung utama industri perkapalan bersama penyidik KPK.
Mereka tampak memasuki satu dari 3 mobil tim KPK yang standby sejak awal isu OTT KPK mencuat di lingkungan PT PAL ke publik. Namun demikian, Bayu menuturkan, bahwa pihaknya tidak mengetahui Dirutnya itu akan dibawa kemana dan untuk kepentingan apa.
Sementara, ada 10 orang yang dirahasiakan keterlibatannya dalam kasus OTT itu masih diperiksa di lantai dua gedung lembaga antirasuah. Berdasar pesan pendek yang diterima berantai di kalangan wartawan, 10 nama yang masing-masing berinisial, Ag, Baj, Ent, Nyam, Elv, Suy, Gat, Bam dan Fran serta Arf tersebut tiba di Gedung KPK Merah Putih, Kamis (30/3/2017), sekitar pukul 13.30 WIB. 
Terpisah, Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam pesan Whatsapp mengatakan, hari ini ada operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di dua kota Jakarta dan Surabaya. Dalam cuplikan pesannya tersebut, Agus menjelaskan, indikasi kasusnya adalah penerimaan hadiah atau janji terkait perkapalan. 

“Kami sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang dibawa dalam proses OTT ini. Untuk yang di Surabaya sedang dibawah ke Jakarta. KPK memiliki waktu maksimal 24 jam sebelum penentuan status lebih lanjut,” ungkap Agus kepada wartawan (AT).

Post Top Ad