Arogan Satpol PP Kota Surabaya, Dianggap Bukti Pelecehan Terhadap Wartawan - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Maret 29, 2017

Arogan Satpol PP Kota Surabaya, Dianggap Bukti Pelecehan Terhadap Wartawan

0 Viewers

Foto: Anggota Satpol PP Kota Surabaya Yang Arogan Terhadap Wartawan Saat Melakukan Peliputan.

Berita Rakyat Surabaya -  Arogansi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya kembali terjadi dan menimpa kepada Wartawan online Surabaya, pada Selasa (28/03). Tragedi arogansi Satpol PP tersebut terjadi berawal pada saat melaksanakan tugas di Jalan Kapasari, sejumlah petugas Satpol menertibkan pedagang Kaki Lima (PKL) yang datang dari arah jembatan rell, Akan tetapi petugas Satpol tidak langsung melakukan penindakan terhadap Pedagang yang ngemper di sepanjang jalan Kapasari.

Setelah dari pertigaan lampu merah, semua petugas Satpol PP turun dan langsung mengangkut barang milik para pedagang. Pada  Saat itulah wartawan Online Surabaya sedang membetulkan Jam tangannya, tidak mau ketinggalan moment untuk mengambil gambar sebagai bahan pemberitaan. Kemudian wartawan tersebut melakukan tugasnya sebagai jurnalis.

Namun disayangkan wartawan tersebut mendapat perlakuan yang tidak enak oleh petugas Satpol PP kota Surabaya. Seperti yang diungkap Kosimuddin wartawan oline Surabaya yang menjadi korban arogan anggota Satpol PP Kota Surabaya, mengatakan kepada berita rakyat. 

“ Satpol PP Kota Surabaya sungguh sangat Arogan., pada saya, padahal saya sudah memberitahukan bahwa saya wartawan, tapi tetap tidak diperdulikan oleh petugas Satpol  bernama AMIN dan HORIRI," Tutur wartawan online.

Ia menceritakan, saat itu saya menemukan penegakan perda oleh Satpol PP Kota Surabaya, yang dianggap adanya tebang pilih. Kemudian saya mengambil gambar sebagai bahan pemberitaan, akan tetapi oleh petugas Satpol PP Kota Surabaya bernama AMIN dan HORIRI malah dihalang – halangi," Ungkap Kosimuddin.

Tidak puas disitu anggota Satpol PP AMIN mendatangi wartawan  tersebut dengan cara mengejek, selanjutnya Satpol PP bernama HORIRI bersama anggotanya mendatangi wartawan yang pada saat itu bertugas dan menanyakan Id Card wartawanya. Setelah ditunjukkan langsung di Rampas dan disuruh ambil dikantor, tindakan anggota Satpol PP kota Surabaya sangat disayangkan dan dianggap sebagai upaya pelecehan tigas jurnalis yang terjadi terhadap wartawan yang sedang bertugas pada saat itu, padahal media/wartawan yang sudah menjadi mitra kerja instansi pemerintahan kota Surabaya, untuk kali ini tercoreng akibat ulah anggota Satpol PP terhadap wartawan yang sedang bertugas.

Perlu diketahui UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 18. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat  (2) yang berbunyi ; Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau  pelarangan penyiaran. 

Dan ayat (3) yang berbunyi ; Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Bagi yang melanggar ketentuan tersebut dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah), (AT).


Tidak ada komentar:

Post Top Ad