Prof Jufri Ukir Sejarah Dunia Pendidikan Sulsel Dengan Tagline "Sucikan Hati Dan Ikhlas Dalam Bekerja" - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

September 27, 2021

Prof Jufri Ukir Sejarah Dunia Pendidikan Sulsel Dengan Tagline "Sucikan Hati Dan Ikhlas Dalam Bekerja"

0 Viewers
Berita Rakyat, Makassar. Pelepasan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr. Muhammad Jufri M.Si, M.Psi, Psikolog berlangsung di Gedung Guru Jusuf Kalla Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10. Senin, (27/9/2021). 
Prof Jufri dilantik menjadi Kadisdik Sulsel di Rujab Gubernur oleh Prof HM. Nurdin Abdullah, (18/8/2020). Ini berarti 1 tahun, 1 bulan, 7 hari Prof Jufri memimpin Disdik Sulsel dan menjalankan amanah dengan tagline; sucikan hati, ikhlas dalam bekerja.

Acara pelepasan dihadiri para unsur pimpinan dalam lingkup Diknas Sulsel, Kepala Uptd Cabang Dinas se-Sulsel, Ketua MKKS Sulsel, para Kepsek SMA, SMK, SLB se-Sulsel yang mengikuti secara virtual, Koordinator Pengawas Provinsi Sulawesi Selatan, serta ibu Dharma Wanita Dinas Pendidikan SulSel.

Setelah pembacaan do'a, pembawa acara langsung mempersilahkan Kacabdis Wil 7 untuk menyampaikan pesan dan kesan. Berturut-turut Kepala sekolah SMA 20 Barombong, Mirdan Midding., Ketua MKKS Sulsel, Andi Umar., dan Sekertaris Diknas, Hery Sumiharto mewakili keluarga besar Dinas Pendidikan Sulsel. 

"Dalam memajukan pendidikan, banyak ide, banyak inspirasi yang membuat kami termotivasi dalam bekerja. The Best buat Prof Jufri," beber Dr. Rahim, Kacabdin Pendidikan Wil 7 Provinsi Sulawesi Selatan.

Selanjutnya pesan dan kesan dari Ketua MKKS SMK Provinsi SulSel, Andi Umar. Dalam pandangannya, Umar mengakui jika Prof Jufri adalah sosok milenial, inovatif, kreatif, pekerja keras dan penghibur sejati. 
"Dalam melaksanakan tugasnya, Prof Jufri sudah melakukan pengabdian yang sungguh luar biasa," ungkap Kepala Sekolah SMK 10 Makassar ini. 

Hal yang unik datang dari Kepala Sekolah SMA Negeri 20 Makassar. Dalam penyampaian pesan dan kesan, Mirdan Midding menceritakan masa 35 tahun yang lalu. 
"Memang kita tidak dilahirkan dari rahim yang sama, tapi kita dilahirkan dari almamater yang sama. Karena itu, genggam tanganku, kugenggam tanganmu," kata Mirdan dengan penuh semangat.

Prof Jufri, kata Mirdan adalah sosok anak kampung masuk kota yang berjuang keras mengejar pendidikan sampai dia merebut gelar Professor. 

"Prof Jufri adalah sosok petarung kampung masuk kota yang sudah teruji melewati jenjang akademik sebagai guru besar. Dan selama memimpin Disdik Sulsel, Prof Jufri sudah memberikan banyak kebaikan bagi kemajuan pendidikan dengan pendekatan humanis," beber Mirdan.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan SulSel, H. Hery Sumiharto saat di daulat mewakili keluarga besar Diknas memberikan pesan dan kesan yang nyaris tak mampu berbicara karena haru mengenang sifat pribadi sang Profesor.

Dikatakan Hery bahwa Prof Jufri adalah adalah sosok pemimpin inspirator dan motivator. Gaya kepemimpinannya mencerminkan sikap pemimpin yang berkarakter. Tentu pesan-pesan beliau selalu kita ingat. Terutama pentingnya silaturahmi, komunikasi dan bagaimana bisa menyenangkan orang dengan memberikan motivasi. 

"Apapun beratnya kerjaan, tagline sucikan hati, ikhlas dalam bekerja yang digaungkan ke seluruh sekolah SMA, SMK, SLB se-Sulsel. Dan bagi kami, Prof Jufri sudah mengukir sejarah yang berbeda dengan yang lainnya," kata Hery.

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Jufri M.Si, M.Psi, Psikolog, dalam sambutannya lebih banyak memuji Kepala BKD SulSel, Ir H. Imran Jauzy M.Pd. 

"Selama bertugas, saya banyak berkomunikasi dengan pak Imran Jauzy terutama membicarakan soal kepegawaian. Saya yakin dengan hadirnya pak Imran sebagai Plt Kadisdik Sulsel tentu akan memudahkan segala urusan terutama administrasi kepegawaian," kata penggagas tagline sucikan hati, ikhlas dalam bekerja ini.

Hal yang sama diucapkan Ir. H. Imran Jauzy, M.Pd. Dalam sambutan singkatnya, Kepala BKD Sulsel ini mengakui sederet kemampuan Prof Jufri. 

"Iya, Prof Jufri itu adalah teman lama dan kita sering sama-sama dipansel. Selama kurung waktu 1 tahun tentu banyak karya inovasinya. Soal perpindahan tempat kerja merupakan hal yang biasa," ungkap Imran. 

Kita patut berikan apresiasi. Prof Jufri sudah meletakkan sejarah bagi kemajuan pendidikan di SulSel. Ada pertemuan tentu ada perpisahan. Dan saya yakin perpisahan ini akan membuat kita semakin dekat dengan Prof Jufri. 

"Saya mengenal Kabid SMA, Kabid SMK, Andi Erna, Pak Basri, Pak Sekdis. Karena itu, saya mengajak kepada kita semua menjaga soliditas. Apa yang sudah digagas Prof Jufri, kita sama-sama melanjutkan, terutama program unggulan dan relevan dengan apa yang menjadi harapan bapak Plt Gubernur," pungkasnya. 

Penulis : Izzack

Post Top Ad