Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bersama Gabungan Ormas Gelar Deklarasi Damai Tolak Aksi Unjuk Rasa Anarkis - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 17 Oktober 2020

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bersama Gabungan Ormas Gelar Deklarasi Damai Tolak Aksi Unjuk Rasa Anarkis

0 Viewers


Berita Rakyat, Surabaya.  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama gabungan berbagai elemen masyarat dan juga organisasi masyarakat (Ormas) menggelar Deklarasi Damai dan Pernyataan Sikap Cara-cara Aksi Unjuk rasa Anarkisme, di Rupatama Sanika Satyawada, Jumat (16/10/2020).

Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama menolak aksi anarkisme, yang dilakukan oleh Polri, TNI, Ormas, Guru, Tokoh masyarakat dan berbagai elemen masyarakat lainya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., menegaskan, Deklarasi Menolak Anarkisme ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya tindakan-tindakan yang terjadi diluar daerah, seperti unjuk rasa menolak UU Ciptakerja Omnibus Law yang berujung anarkis dan melakukan pengrusakan.

“Dampak anarkisme pada aksi unjuk rasa oleh elemen buruh dan ormas menolak UU Ciptaker (Omnibus law) di Surabaya maupun Jakarta dan beberapa daerah di Jatim telah membuat kekhawatiran seluruh masyarakat,” kata AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

AKBP Ganis menjelaskan, dengan adanya kondisi yang semacam itu menjadi keprihatinan semua lapisan masyarakat Surabaya yang selama ini adem tentram, melalui sejumlah Ormas dan elemen masyarakat termasuk pendidik, komunitas yang ada di Surabaya dirinya berharap secara moril untuk membantu tugas-tugas kepolisian bersama sama menciptakan situasi aman dan kondusif.

“Kami mengapresiasi kesediaan ketulus ikhlasan rekan-rekan ormas dan elemen masyarakat yang sudah membantu kepolisian dengan cara melakukan kegiatan yang kongruktif. Menggelar Deklarasi Damai dan pernyataan sikap menolak cara-cara aksi unjuk rasa anarkis, terlebih saat ini masih pandemi covid-19. Perbedaan pandangan dan sikap terkait permasalahan UU Omnibuslaw boleh boleh saja, namun sebaiknya kita serahkan kepada mekanisme jalur atau proses hukum yang ada, karena itulah cara yang paling konstitusional dan legitimit,” ujarnya.

Menurut AKBP Ganis menambahkan, unsur guru dan Cabang Dinas Pendidikan juga dilibatkan dalam acara tersebut karena menurutnya anak-anak SMK saat ini juga sangat rantan diprovokasi oleh orang-orang yang tidak beratanggungjawab sehingga para pelajar itu ikut turun ke jalan menggelar aksi.

“Para guru mempunyai peran penting memberikan pemahaman kepada siswanya tentang bahaya Narkoba, berita hoak yang sengaja memprovokasi pelajar untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa, karena ada oknum tertentu yang membuat postingan provokatif di medsos mengajak pelajar ikut turun aksi,” terangnya.

Kapolres berharap, dengan semua bisa bersama-sama bersatu melawan berbagai macam isu dan provokasi, serta aksi-aksi yang berujung pengrusakan dan anarkisme kedepan Surabaya tetap adem ayem, aman serta kondusif.

“Semoga Kota Surabaya tetap aman dan kondusif, dan kita doakan daerah lain juga aman,” pungkasnya.


Penulis : Samsul
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad