Mahasiswa Politeknik Negeri Jember Temukan konsep budidaya hidroponik Melalui Aplikasi Smartphone. - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 26 Oktober 2020

Mahasiswa Politeknik Negeri Jember Temukan konsep budidaya hidroponik Melalui Aplikasi Smartphone.

0 Viewers

Foto : Mahasiswa dan Mahasiswi Politeknik Jember

Berita Rakyat, Jember.Konsep budidaya hidroponik secara modern dengan pemanfaatan energi terbarukan ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi (PKM-T) Tahun 2020
Sebagai Informasi, bahwa Hidroponik merupakan suatu cara budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media penyerapan
nutrisi tanpa menggunakan tanah dan mulai gencar dikembangkan karena sayuran hasil Hidroponik lebih sehat dan berkualitas. 


Sistem budidaya modern dengan sistem kontrol aplikasi android tersebut dapat menjadi sebuah solusi dalam menghadapi permasalahan dikalangan petani
atas masalah jauhnya jarak lahan dari rumah, proses budidaya yang kurang efektif dan efisien yang disebabkan
 peralatan budidaya yang masih sederhana dan dilakukan secara konvensional.

Davidy Aly Wafa selaku ketua Tim menerangkan bahwa "Konsep Budidaya Modern dengan sistem kontrol aplikasi android dengan pemanfaatan energi terbarukan ini awalnya tercipta dari adanya keluhan teman petani hidroponik yang saat ini menjadi mitra kami. Dimana ia menceritakan bahwa budidaya hidroponik yang dikembangkan masih kurang efektif dan efisien" ujarnya (26/10/2020).


Sementara itu, untuk cara kerjanya, Budidaya hidroponik berbasis Internet of Think (IoT) akan mengintegrasikan antara siklus budidaya
tanaman dengan beberapa sensor yang akan membantu proses budidaya, seperti TDS meter untuk
mengetahui kadar nutrisi, PH meter untuk mengetahui kadar PH, DHT sensor untuk mengetahui suhu
dan kelembaban, serta relay untuk mengontrol jalannya pompa dan sprikle yang digunakan. Daya listrik
yang digunakan dapat diperoleh melalui energi terbarukan, dalam hal ini adalah tenaga surya.

Alat sensor tersebut terhubung dengan WIFI yang kemudian memberikan informasi digital berbasis aplikasi
android pada smartphone pemilik, sehingga pemilik dapat memantau kondisi tanaman dan proses
budidaya jarak jauh melalui smartphone. 
  

Davidy berharap, dengan pengonsepan energi terbarukan dan otmatisasi hidroponik berbasis internet of think (IoT)
diharapkan mampu membantu membantu petani dan mitra dalam merubah pola berfikir mereka untuk
dapat menyesuaian dengan kemajuan teknologi untuk mendapatkan produktifitas dan efektifitas secara
maksimal.

"Dalam budidaya hidroponik tanaman yang dibudidayakan beranekaragam yang pada
umumnya memiliki segmentasi pasar yang bagus seperti pakcoy, selada, kaila, kangkung dan tanaman
hidroponik pada umumnya.
Dengan adanya pengonsepan dan pembelajaran terhadap mitra dan petani dapat membantu program
badan ketahanan pangan kementrian pertanian dalam pemanfaataan lahan pekarang dalam rangka
mempercepat penganekaragaman pangan dan memperkuatketahanan pangan masyarakat pada Konsep
Kawasan Rumah Pagan Lestari (KRPL)," tutupnya kepada media ini.Tulis Artikel di sini 


Penulis : Naufal
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad