Ini Penyebab Turunnya Jumlah Pasien Covid-19 di Surabaya - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 27 Oktober 2020

Ini Penyebab Turunnya Jumlah Pasien Covid-19 di Surabaya

0 Viewers
Foto : Kompol Aryanto Agus Kapolsek Semampir Surabaya

Berita Rakyat, Surabaya.  Trend kasus Virus Covid-19 di Provinsi Jawa Timur menunjukkan penurunan dalam bulan Oktober akhir akhir ini. Terlebih lagi  berkurangnya jumlah Orang dengan Pengawasan (ODP) dan Pasien dalam Pemantauan (PDP).

Ini tentu sedikit memberikan angin segar dalam hal penangan Covid-19 yang sudah menjadi pandemi di Kota Pahlawan khususnya.

Berita-Rakyat.co.id mencoba menginventarisasi data terkait virus ini di Wilayah Surabaya khususnya, baik data yang diperoleh dari Gugus Tugas maupun dari berbagai sumber yang kemudian diolah dan dibandingkan hari per hari.

Semua hasil tersebut tentu saja butuh sebuah perjuangan, yang mana lapisan elemen masyarakat mampu sadar akan pentingnya menjaga protokol kesehatan.

Tentu saja dalam hal ini, peran TNI-Polri serta elemen terkait yang menjadi garda depan guna meminimalisir angka peredaran virus Covid 19.

Dimulai dengan lapisan yang paling bawah adalah dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan dari kampung satu menuju kampung lain.

Adanya tempat cuci tangan yang banyak disediakan oleh pemerintah kota Surabaya, di setiap sudutnya. Bahkan nampak warung maupun tempat perbelanjaan sudah sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, yaitu dengan cara menyediakan tempat cuci tangan dan Handsanitazer.

Terlebih lagi adanya OPS Yustisi yang digelar oleh jajaran TNI-Polri yang diadakan hampir setiap hari guna memutus peredaran mata rantai peredaran Covid 19.

Dalam hal ini, Kapolsek Semampir Kompol Aryanto selalu menghimbau kepada seluruh jajarannya agar senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kesehatan demi keluarga.

Adapun cara yang diberikan Polsek Semampir agar masyarakat di wilayah hukumnya tersebut sadar akan pentingnya menjaga kesehatan adalah dengan cara rutin melaksanakan giat OPS Yustisi.

Bahkan tak jarang Kapolsek turun langsung ke lokasi pasar, warung, serta rumah warga untuk memberikan masker serta Handsanitazer agar warganya tidak sampai terjangkit virus tersebut.

"Ini semua adalah demi kebaikan kita semua, yang mana Covid ini sudah menjadi hal yang harus diperhatikan,"jelas Kapolsek (Selasa 27/10).

Namun disatu sisi Aryanto juga mengingatkan, bahwasanya tidak usah terlalu berlebih-lebihan takut akan virus ini.

"Pada intinya kita harus lebih mawas diri, terutama dalam hal menjaga kebersihan, gunakan masker saat berkegiatan di luar rumah, dan rajinlah berolahraga,"imbuhnya.

Penurunan angka pelanggar protokol kesehatan di wilayah Semampir secara signifikan sudah mulai nampak.

Terlihat adanya angka pelanggar makin hari makin menurun. Yang awal mulanya ketika awal OPS Yustisi kurang lebih 20 pelanggar tiap harinya, kini dalam akhir akhir ini hanya 5 sampai 6 pelanggar yang tidak memakai masker.

"Jadi awal mula itu, mungkin kesadaran masyarakat akan pentingnya bermasker kurang memahami, maka dari itu kami sering bersosialisasi dengan masyarakat dengan cara membagi bagi masker," tandas Kapolsek.

Awal OPS Yustisi ini tentunya tidak mudah, perlu waktu yang panjang agar masyarakat lebih paham lagi pentingnya menjaga kesehatan.

Perihal Hukumannya pun tak main main, mulai dari hukuman kerja sosial, penyitaan KTP, hingga dilakukan tes Swab bagi yang tidak memakai masker.

"Untuk hukuman berupa tes Swab tersebut, kita berkoordinasi dengan pihak kesehatan beserta Gugus Tugas," Jelasnya.

Yang paling penting, dalam menjaga kesehatan perwira dengan pangkat melati satu di pundaknya ini berpesan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kebugaran tubuh.

"Hiduplah dengan pola sehat, terutama selalu berpikir positif, karena obat yang paling manjur adalah hati yang gembira," pungkas Kapolsek.


Penulis : Kukuh Setya

Tidak ada komentar:

Post Top Ad