KJJT Bekali Anggotanya Pendidikan Jurnalistik - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 28 September 2020

KJJT Bekali Anggotanya Pendidikan Jurnalistik

0 Viewers
Berita Rakyat, Surabaya. Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) mendorong wartawan yang tergabung dalam komunitasnya untuk memiliki semangat egalitarian. Semangat yang memiliki kesamaan untuk memperjuangkan anti diskriminasi dalam hubungan hidup sosial.

“Agar organisasi tidak mudah luntur dan turus hidup, salah satu kunci utama yang didorong KJJT ini adalah semangat egalitarian, semangat untuk memperjuangkan anti diskriminasi, karena kita semua adalah saudara,” kata Isma Hakim Rahmat, Bendahara KJJT saat menghadiri pertemuan konsolidasi pembentukan KJJT Sidoarjo, Minggu (27/9) malam, di Sidoarjo.

Tak hanya itu, Isma juga menyebut, selain memperjuangkan semangat egalitarian anti diskriminasi, KJJT juga akan memberi pembekalan kepada anggotanya melalui pendidikan jurnalistik hingga menempuh jenjang Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers. Dengan konsep model sekolah yang menurut dia sangat unik, yang tidak pernah terpikirkan seperti orang orang yang berpendidikan di perguruan tinggi.

“Karena kita langsung handeling secara step by step, langsung praktek dan disitu ada banyak pengayaan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KJJT, Slamet Maulana biasa disapa Ade mendukung dengan dibentuknya KJJT Sidoarjo ini. Ia juga mendorong kepada anggota KJJT yang ada di daerah untuk segera menyusul membentuk struktural kepengurusan. Agar anggota KJJT yang ada di daerah tetap bisa solid rutin mengadakan pertemuan dengan KJJt di daerahnya dan bisa bersama – sama untuk terus belajar.

“Kita lepas atribut, dan bersama – sama kita sinau bareng,” kata Ade.

Dikatakan Ade, dengan kegiatan sinau bareng, nantinya akan bisa mengembalikan khittah dan marwah jurnalis yang sudah carut marut dan silang sengkarut belakangan ini. Seperti halnya wartawan berasa penyidik, wartawan berasa LSM, wartawan berasa sebagai aparat, dan masih banyak lagi. Ujung – ujungnya mereka tidak bisa menulis berita layaknya produk jurnalistik.


Penulis : KJJT
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad