Sumur Jobong peninggalan Majapahit di Pandean Surabaya. - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 20 Agustus 2020

Sumur Jobong peninggalan Majapahit di Pandean Surabaya.

0 Viewers
Berita Rakyat, Surabaya.  Nusantara menyimpan beribu banyak sejarah dan peninggalannya. Salah satunya adalah Kerajaan Majapahit, kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara ini. Berita Rakyat mencoba menelusuri jejak sejarah Kerajaan peninggalan Raja Hayam Wuruk ini. Sampailah tim ke kawasan Pandean Gang 1, RT 1 RW 13, Kelurahan Penelitian, Kecamatan Genteng Surabaya. Di tempat itu ditemukan salah satu titik peninggalan sejarah pada Jaman kerajaan Majapahit yaitu Sumur Jobong.

Sumur Jobong peninggalan Majapahit ini terletak ditengah jalan pemukiman warga peneleh yang ditutup dengan pintu besi yang bisa dibuka tutup. 

Agus Santoso selaku humas perangkat RW Pandean setempat lantas menuturkan bahwa awal mula penemuan Sumur Jobong ini, kala itu sedang ada proyek pembangunan gorong-gorong saluran air dikawasan tersebut. Setelah menggali sekitar kedalaman 1 meter ditemukan bata yang tertata 1 meter persegi. Kemudian Agus memerintahkan kepada para penggali agar batanya dibuka dan tidak dicangkul dulu daerah sekitar penemuan sumur tersebut. Setelah dibersihkan dari tanah galian sekitar 10 sentimeter terlihatlah goresan bulat seperti cincin. Lantaran hal tersebut Agus lantas melaporkan ke ketua RW kemudian pihak RW mendokumentasikan dan langsung melaporkan penemuan itu ke Lurah Peneleh. Sumur Jobong itu pertama kali ditemukan pada hari Rabu 31 Oktober 2018 sekitar pukul 18.20 Wib. 

Agus menuturkan "Didalam Sumur Jobong juga ditemukan sejumlah fossil, batu bata, dan tembikar," ujarnya. 

Agus memaparkan "Dari hasil laporan Lurah Peneleh ke Dinas Pariwisata kemudian datanglah Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan untuk meneliti langsung hasil penemuan tersebut dan memastikan bahwa Sumur Jobong merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, " Tegasnya. 

Jika Sumur Jobong ini bisa diidentifikasi, lain halnya dengan fosil-fosil yang ditemukan. Karena sampai saat ini fosil-fosil tersebut masih belum dapat teridentifikasi. 

"Fosil-fosil tersebut masih berada di Unair (Universitas Airlangga) rencananya akan di bawa ke Australia untuk diidentifikasi disana dikarenakan di Surabaya masih belum bisa diidentifikasi," ujar Agus. 

Dinas Pariwisata yang berkoordinasi dengan pemerintah kota Surabaya lantas membuatkan penutup sumur dan diberi pelindung dinding. Ibu Risma (walikota Surabaya) mengatakan pembuatan tutup sumur Jobong itu terinspirasi dari China untuk melindungi situs purbakala, "tambah Agus. 

Sejak diteliti tim Trowulan Sumur Jobong seperti ini banyak ditemukan pada pemukiman masa Hindu-Budha. Maka ditetapkannya Sumur Jobong sebagai cagar budaya oleh pemkot Surabaya. Sumur yang letaknya di tengah pemukiman warga Peneleh ini akhirnya ramai dikunjungi.

"Mulai dari komunitas sejarah, pejabat,  anak-anak mahasiswa, hingga orang Belanda banyak yang berkunjung ke tempat ini untuk melihat sumur Jobong dan fosil-fosil peninggalan Majapahit ini, " tutur ida yang rumahnya tepat di depan sumur tersebut. 


Penulis : Lina
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad