DPRD Sidoarjo Swab Masal Pasca Cak Nur Meninggal - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 26 Agustus 2020

DPRD Sidoarjo Swab Masal Pasca Cak Nur Meninggal

0 Viewers
Berita Rakyat, Sidoarjo.  DPRD Sidoarjo sekitar 50 orang anggotanya dan 50 staf mengikuti tes swab yang dilaksanakan di halaman parkir kantor dewan Jalan Sultan Agung. Swab ini dilakukan setelah mereka menggelar rapat paripurna bersama Plt Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin yang meninggal karena positif COVID-19.

Almarhum Plt Bupati Sidoarjo itu mengikuti rapat paripurna dengan anggota, Rabu (19/8/2020). Saat itu Cak Nur, sudah mengeluh tidak enak badan dan panas serta batuk sepulang dari Jakarta.

Sementara tes swab yang dilakukan oleh Dinas kesehatan Sidoarjo yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu tampak petugas memakai hazmat saat melakukan swab terhadap puluhan anggota dewan dan para staf.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Usman saat dikonfirmasi oleh berita rakyat. Co. Id mengatakan, hari ini pihaknya mengajukan uji swab ke Dinas kesehatan untuk 160 orang. Namun Dinkes Sidoarjo hanya menyediakan uji swab sebanyak 100 pieces.

"Semua anggota dewan hari ini melakukan uji swab. Sementara itu sisanya yang 50 untuk staf sekretariat dewan," katanya (26/8/2020).

Dia menjelaskan swab ini dilakukan untuk memastikan anggotanya sehat dan bebas covid 19 setelah rapat bersama Plt Bupati Sidoarjo. 

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan semua anggota DPRD Sidoarjo melakukan tes swab. Karena Plt Bupati Sidoarjo yang meninggal karena positif COVID-19 sebelumnya telah melakukan paripurna pada Rabu (19/8/2020).

"Untuk memastikan semua anggota dewan bebas COVID-19, maka hari ini semuanya melakukan tes swab, mulai dari staf sekretariat dan semua anggota," imbuhnya.

Usman menambahkan yang mengikuti tes swab ini anggota dewan sebanyak 50 anggota dan staf sekretariat dewan untuk mengantisipasi untuk deteksi dini.

"Dengan begitu kami mengambil langkah-langkah konkret. Sebelumnya kami melakukan penyemprotan di seluruh ruangan termasuk ruangan yang digunakan paripurna. Apabila ditemukan hasil yang positif maka diharuskan melakukan isolasi mandiri di hotel yang sudah di sediakan," pungkasnya.


Penulis : Lina
Editor  : Kukuh

Tidak ada komentar:

Post Top Ad