PT Lamongan Integrated Shorbase Ukir Sejarah Baru - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 26 Juli 2020

PT Lamongan Integrated Shorbase Ukir Sejarah Baru

0 Viewers
Komisaris Utama PT Lamongan Integrated Shorbase (LIS) Arif Afandi bersama pejabat dari Kementerian Perhubungan seusai penandatangan perjanjian konsesi di Surabaya, Sabtu (25/07/2020). FOTO: ISTIMEWA


Berita Rakyat, Surabaya - Sejarah baru diukir PT Lamongan Integrated Shorbase (LIS). Dialah satu-satunya BUMD di Indonesia yang berhasil menggandeng Kementerian Perhubungan.

Sejarah itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Konsesi Terminal Umum Tanjung Pakis Lamongan dengan Kementerian Perhubungan RI, Sabtu (25/07/2020) di Hotel Vasa Surabaya. 

"Ini peristiwa langkah dan sangat bersejarah karena baru kali ini PT LIS merupakan satu-satunya BUMD di Indonesia yang mendapat izin usaha pelabuhan," jelas Arif Afandi Komisaris Utamai PT LIS kepada Berita-Rakyat.co.id Sabtu (25/07/2020).

Menurut dia, PT LIS merupakan BUMD milik Pemkab Lamongan dengan kepemilikan saham 55 persen. Sedangkan PWU Jatim sebagai perusahaan milik Pemprov Jatim mendapat komposisi saham sebesar 45 persen. 

Pelabuhan ini mulai beroperasi pada tahun 2007, meski sudah mendapat izin sebagai pelabuhan umum sejak 2004. Namun karena muncul Undang-Undang Nomor 17 tentang pelabuhan, maka harus melakukan penyesuaian dengan UU yang baru. Sehingga harus melakukan perjanjian konsesi dengan negara. 

 "Bagi kami, seperti yang disebutkan oleh Pak Dirjen bahwa ada daerah yang meributkan retribusi, model ini sangat bagus karena Pemkab Lamongan tak perlu meributkan retribusi lantaran mereka yang punya pelabuhan ini," ujar Arif.

Dengan konsesi ini, PT LIS bisa memberi sumbangan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak alias PNBP. BANGUN 1.500 HA KAWASAN INDUSTRI Bukan hanya itu, sekarang ini sudah diizinkan untuk membangun 1.500 hektar kawasan industri di seberang pelabuhan ini. 

 "Saat ini sudah dibebaskan sekitar 700 hektar,  dan saya mendapat laporan bahwa sudah ada perusahaan atau pabrik yang siap didirikan begitu konsesi ini ditandatangani," jelas Arif. 

Arif menyampaikan terima kasih dan merasa terhormat karena Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo hadir secara langsung dalam Perjanjian Konsesi ini.  "Bagi kami, dengan kehadiran Bapak Dirjen sendiri di penandatanganan ini, merupakan kehormatan, sebab dengan beliau hadir di sini, artinya peristiwa ini sangat penting," ujar Arif.
Mengenai konsesi tersebut, Dirjen Agus menyatakan, bahwa program ini sangat bagus di tengah keterbatasan anggaran negara. Maka itu, pihaknya siap memberi dukungan penuh. 

"Kami sekarang bertransformasi untuk mempercepat perizinan, tapi tentu dokumen-dokumennya harus lengkap. Apalagi, di sebelah pelabuhan akan dibangun kawasan industri" ujar Dirjen Agus. 

Ia memberi lampu hijau kepada PT LIS untuk mengembangkan pelabuhan ini, Dirjen juga siap memberi dukungan apa saja yang dibutuhkan untuk kawasan industrinya.  

"Jatim ini kan termasuk daerah yang kondusif untuk investasi dan industri. Karena masyarakatnya sudah lumayan terlatih untuk industri. Ada Pasuruan, Mojokerto, dan Gresik. Gresik yang paling dekat, dan kulturnya hampir sama," katanya.

 Ia meyakini, multiplier effect dari pelabuhan ini akan luar biasa jika nanti pelabuhannya besar, kawasan industrinya jalan, kesempatan kerja akan terbuka lebar.

Dirjen juga berpesan agar memberikan kesempatan masyarakat sekitar untuk bekerja di pelabuhan serta kawasan industri ini.  "Semua stakeholder harus mendukung. Karena kesempatan kerja ini sangat diperlukan di masa seperti sekarang. Maka itu sampaikan yang positif kepada masyarakat luas, supaya orang senang berinvestasi dan berbisnis di situ," terangnya.

Diirjen juga menegaskan bahwa siapa saja, baik perusahaan lokal maupun asing dipersilakan untuk berinvestasi. Baginya, selama negara mendapat keuntungan, pihaknya akan memberi dukungan penuh. 

sementara itu, Direktur PT LIS sangat optimistis pengembangan pelabuhan ini akan memberi keuntungan besar pada negara. Pasalnya, dengan pembangunan pelabuhan di Tanjung Pakis Lamongan ini, kapal-kapal besar bisa sandar di sana. 

 "Contohnya kalau selama ini kapal-kapal habis ngebor mereka harus pulang ke Singapura. Sekarang, mereka bisa stay di sana karena kami sudah punya izin untuk sandar," ujarnya.(*)


Penulis : Amri
Editor   : Abdul Muis

Tidak ada komentar:

Post Top Ad