48 Ribu Lebih Orang Meninggal di AS Akibat Covid-19 - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 25 April 2020

48 Ribu Lebih Orang Meninggal di AS Akibat Covid-19

0 Viewers
IMAGE FOTO GETTY

Berita Rakyat
, Washington-

Tingkat kematian warga Amerika Serikat (AS) akibat serangan virus corona (Covid)-19 terus meroket.

Kontributor berita-rakyat.co.id Irawan Nugroho, di Washington melaporkan sampai hari ini, Sabtu (25/04/2020) pasien yang meninggal dunia mencapai 48.816 jiwa. Warga setempat kini semakin lebih berhati-hati untuk keluar rumah.

Mereka sudah mulai sadar diri dan lebih banyak yang memilih lock down. Beraktivitas di rumah dan melakukan social distanding serta physical distancing.

Sumber informasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan 865.585 kasus virus corona, yang mengalami peningkatan sebanyak 37.144 kasus dari jumlah sebelumnya. Besarnya total orang yang meninggal hingga 48 ribu lebih tersebut, setelah ada korban susulan 2.437 orang.

Penghitungan CDC mengenai jumlah kasus penyakit pernapasan, yang dikenal sebagai COVID-19 dan disebabkan oleh virus corona jenis baru, dilaporkan pada 23 April dibanding jumlah sehari sebelumnya.

Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di dunia dan hampir dua kali lipat dari jumlah kematian di Italia. Negara yang angka kematian tertinggi kedua.

AS menghabiskan 38 hari, dari laporan pertama kematian pada 29 Februari, untuk mencapai jumlah kematian sebesar 10.000 pada 6 April.


Menurut perhitungan Kantor Berita Reuters, negara itu hanya butuh waktu lima hari untuk mencatatkan angka kematian menjadi 20.000. Sehingga total orang yang meninggal di AS meningkat dari 30.000 menjadi 40.000 dalam empat hari.

Termasuk kematian orang-orang di New York City yang tidak sempat diuji Covid-19, kemungkinan meninggal karena penyakit itu. AS sejauh ini merupakan negara di dunia yang memiliki jumlah tertinggi pengidap virus corona.

Lebih dari 744.000 orang. Kasus baru pada Sabtu (18/4/2020) sepekan lalu meningkat sebanyak hampir 29.000. Sebuah peningkatan paling rendah dalam tiga hari terakhir.

 Efek dari wabah mengerikan ini, lebih dari 22 juta warga AS, mengajukan permintaan bantuan. Ini menyusul banyaknya pengangguran akibat penutupan kegiatan usaha dan sekolah.

Larangan keras menyangkut perjalanan juga telah memukul ekonomi masyarakat setempat. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa pihaknya sudah melakukan tes corona cukup banyak dan perlu cepat menjalankan kembali kegiatan ekonomi, mendapat reaksi keras para gubernur negara-negara bagian AS.

Sementara itu, di balik itu juga makin banyak aksi protes direncanakan akan digelar menyangkut perpanjangan perintah "di rumah saja". Daerah-daerah seperti Maryland, Virginia dan Washington D.C. masih menghadapi peningkatan kasus Covid-19.

New Jersey pada Minggu (19/04/2020) melaporkan bahwa jumlah kasus baru di negara bagian itu bertambah sebesar hampir 3.900, tertinggi dalam dua pekan terakhir ini. Kota Boston dan Chicago juga beranjak menjadi pusat penyebaran seiring dengan kenaikan jumlah orang yang mengidap corona dan meninggal akibat virus itu.

Pemerintah beberapa negara bagian, termasuk Ohio, Texas dan Florida, sudah menyatakan akan membuka kembali beberapa jenis kegiatan ekonomi, mungkin mulai 1 Mei atau bahkan lebih cepat dari itu. Kendati demikian, mereka tampaknya masih akan tetap bersikap waspada. (Reuters/Antara)


Penulis : Amri
Editor   : Amu

Tidak ada komentar:

Post Top Ad