Serapan Anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Bikin Geleng Kepala Wakil Rakyat - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 13 Desember 2019

Serapan Anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Bikin Geleng Kepala Wakil Rakyat

0 Viewers

Berita Rakyat, Medan ~ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut bikin geleng kepala wakil rakyat yang duduk di kursi anggota dewan, padahal pelaksanaan anggaran hanya tersisa kurang lebih dua minggu lagi.

dari data redaksi yang dikutip atas serapan anggaran dari portal resmi Pemprov Sumut, realisasi anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut hingga 21 November 2019 baru mencapai 37,71 persen. 

Kondisi Ini tentunya sangat memalukan Pemprov Sumut yang selama ini dikenal bermartabat dan berkomitmen dalam meningkatkan Pembangunan di Sumateta Utara.

Berdasarkan data portal resmi Pemprov Sumut tersebut, selain Dispora Sumut, ternyata ada dua OPD yang kinerjanya sanggat memprihatinkan, dengan serapan anggarannya tidak lebih dari 43 persen. Seperti Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemprov Sumut dari anggaran Rp149, 929,817,472,00 baru terserap  RpRp56,543,818,050,00 atau sekitar 37.71 Persen. 

Minimnya serapan anggaran tersebut membuat anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga terkejut.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKB Ini juga mengaku merasa miris dengan rendahnya serapan anggaran tersebut.

“Gawat, kok bisa segitu ya. Minus juga iya. Jadi kerja mereka apa, " kata Zeira Salim Ritongas saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya di Jalan Imam Bonjol Medan.

Zeira menegaskan, DPRD akan segera memanggil seluruh OPD yang serapan anggarannya rendah.

“Usai alat kelengkapan disahkan dewan akan panggil semua kepala OPD itu. Sekarang tegas-tegas saja, kalau OPDnya tidak bisa bekerja Gubsu Edy Rahmayadi harus menggantinya," ungkapnya (13/12/19).

Buat apa dipertahankan kepala OPD yang tidak bisa bekerja. Masih banyak OPD lain yang lebih layak dan bisa bekerja,” tegasnya.

Dia memastikan, jika OPD tidak bekerja dengan giat maka dipastikan serapan anggarannya pasti sangat minim.

“Mau bulan berapa lagi. Ini kan tinggal menghitung hari. Kalau pun anggaran tersebut terus dikebut mereka paling bisa capai sekira 50 persen. Itupun mereka sudah buat kegiatan rutin,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BaraApi Indonesia, Manik kepada berita-rakyat.co.id pada, Jumat (13/12/2019). Mengatakan, dirinya pesimis jika serapan anggaran tersebut bisa terealisasi hingga akhir bulan Desember. 

Dia mengingatkan, OPD yang mempunyai pekerjaan fisik agar jangan dikerjakan asal jadi termasuk dalam mengerjakan proyek.

"Maksudnya, jangan asal diterima proyek yang belum jadi. Saya pesimis kemungkinan bisa terealisasi. Selain itu saya juga mengingatkan OPD yang melaksanakan proyek agar berhati-hati. Maksudnya OPD jangan asal menerima proyek yang kualitasnya di lapangan masih diragukan. Lebih baik di adendum jika sanksi proyek belum benar dikerjakan,” ujar Manik.


Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Abdi

Tidak ada komentar:

Post Top Ad