Pengadaan Jasa CS Disporasu Senilai Rp3,5 Miliar Diduga Salahi Aturan, Baharudin Siagian Harus Tanggungjawab - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 02 Desember 2019

Pengadaan Jasa CS Disporasu Senilai Rp3,5 Miliar Diduga Salahi Aturan, Baharudin Siagian Harus Tanggungjawab

0 Viewers

Berita Rakyat, Medan ~ Belum lagi selesai kasus dugaan korupsi Renovasi Lintasan Sirkuit Tartan Atletik PPLP Dispora Sumut senilai Rp4,7 Miliar yang kasusnya tengah ditangani Subdit III/Tipikor Krimsus Polda Sumut, kini aroma korupsi kembali mencuat ke permukaan.

Kali ini terkait kasus dugaan korupsi Pengadaan Belanja Jasa/Tenaga Cleaning Servis (CS) Dispora Sumut TA 2019 senilai Rp3,5 Milyar yang diduga menyalahi aturan dan sarat korupsi. 

Sebagai Pengguna Anggaran (PA) Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian dianggap adalah orang yang paling bertanggung jawab.

Ketua DPW Sumut Badan Pemantau Korupsi Penyelenggaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (BPKP-NKRI). Hambali mengatakan, agar tidak berpotensi di salahgunakan, pengadaan belanja jasa cleaning servis di Disporasu itu sejatinya harus di tenderkan semua. 

"Kalau sebagian gaji honor itu tidak di tenderkan, maka akan berpotensi disalahgunakan, " ujarnya.

Pemberian gaji CS itu, kata Hambali itu juga harus sesuai dengan perundang-undangan Disnaker, seperti gaji harus sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Kita melihat dalam proses tender saja gajinya sudah tidak sesuai, dimenangkan dengan nilai 1,6 milyar. Dan akan dibagikan untuk 104 pekerja, berapa jadinya mereka terima? " tegas Hambali. 

Oleh karena itu Hambali meminta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut harus bertanggungjawab.

Jika perlu Gubernur Sumatera Utara mencopot Baharuddin Siagian dari jabatannya sebagai Kepala Dinas.

"Seharusnya negara atau pemerintah itu melindungi hak para pekerjanya, bukan malah membuat pekerja di miskinkan. Dalam hal ini Baharudin sudah menyalahi aturan jadi harus bertanggung jawab, bila perlu dicopot, " pintanya. 

Sebelumnya diketahui, Pengadaan Belanja Jasa/Tenaga Cleaning Servis Dispora Sumut TA 2019 senilai Rp3,5 Milyar di menangkan oleh CV. TDP yang beralamat di Jalan Wijaya, No.5 Petogogan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Namun, berdasarkan penelusuran yang dilakukan dilapangan serta informasi dari pekerja CS, kantor CV. TDP yang dimaksud ternyata beralamat di Jalan Ringroad/Gagak Hitam Medan Sunggal.

Selain itu, menurut keterangan staf Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Sumut, bahwa pemberian gaji CS Dispora Sumut itu sebagian tidak di tenderkan.

"Saya yakin anggaran Rp1,6 Milyar itu untuk 6 bulan gaji, karena baru ditenderkan di bulan Juli. Jadi untuk bulan Januari - Juni itu tidak tender, " ungkapnya sembari meminta wartawan konfirmasi ke Dinas terkait. 

Ditanyakan apakah dibenarkan pemberian gaji CS yang seharusnya di tender dipecah menjadi PL? 
Dirinya tidak berani komentar, namun dia mengatakan bahwa itu tidak boleh. 

"Gimana ya, kalau dipecah itu sebenarnya tidak boleh, tanyakan aja langsung ke Dinasnya biar mereka yang jawab, " jawabnya dengan enteng.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dispora Sumut, Ismail kepada wartawan membenarkan, bahwa anggaran Pengadaan Belanja Jasa/Tenaga CS Dispora Sumut TA 2019 sebesar Rp1,6 Milyar itu baru di tenderkan pada bulan Juli 2019.

Hal itu dilakukan dikarenakan di awal belum ada pemenang tendernya. 

Ismail juga mengaku,   bahwa anggaran Pengadaan Belanja Jasa/Tenaga CS Dispora Sumut TA 2019 sebesar Rp3,5 Milyar tersebut diperuntukkan kepada 87 pekerja CS, bukan 104 pekerja CS seperti yang tertera di LPSE Pemprovsu. 

"Yang di LPSE itu saya gak tahu dan gak pernah lihat. Yang saya tahu didalam dokumen penggunaan anggaran Jasa/Tenaga CS untuk 87 pekerja CS, bukan 104, " kata Ismail. 

Hingga berita ini ditayangkan, baik Sekretaris dan PPTK belum bersedia memberikan klarifikasi terkait selisih jumlah pekerja CS di Dispora Sumut tersebut.


Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Abdi

Tidak ada komentar:

Post Top Ad