Sabtu, 07 Desember 2019

Aneh, Anak Balita Sebelum di Khitan Minta Diantar Kekuburan

Bagikan Berita ini:

Berita Rakyat, Cirebon - Jawa Barat. Acara Khitanan Putra ke 4 Bapak Wahyudin - Niang Irmawati berlangsung meriah dan sederhana di Desa Curug Wetan Rt04/02 nomer 15 Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon. jumat 6 Desember 2019 pukul 13:00 wib.

Namun di balik kemeriahan acara ada beberapa kejanggalan sebelum Sunat/Khitanan Fathulloh Al-Thamis (4tahun) berlangsung. Seminggu sebelumnya Fathulloh kerap meminta kepada orang tuanya agar dirinya segera di Sunat/Khitan dan belajar Sholat dengan meminta di belikannya baju koko sarung dan peci kepada orang tuanya.

Tak hanya itu, pagi sekitar pukul 10:00 wib pada hari yang di tentukan sebelum Fathulloh di Sunat/Khitan Fathulloh bersikeras untuk ikut Sholat Jumat bersama ayahnya kemasjid, sepulang Sholat Jumat Fathulloh mengajak ke Makam atau kekuburan Neneknya.

Sesampainya dimakam Fathulloh terlihat diam dengan tak lepas menatapi Makam Embah (Nenek) nya dengan ikut menengadahkan kedua telapak tangannya kelangit seraya mengikuti apa yang dilakukan ayahnya.

"Saya lihat seperti ada komunikasi antara anak saya (Fathulloh Al-Thamis) dengan mendiang Almarhum Ibu saya" ujar Wahyudin saat menceritakan beberapa kejanggalan yang di alami anak ke-4 nya sebelum di Sunat/Khitan kepada media Berita Rakyat.

Walaupun sedikit meringis dan menangis dengan menahan rasa sakit. Akhirnya Sunat/Khitannya Fathulloh Al-Thamis di rumah mantri Pulung di Desa Curug Wetan pun berjalan dengan selamat dan lancar.

"Alhamdullah keinginan anak kami (Fathulloh Al-Thamis) dapat dilangsungkan, mumpung masih di bulan Maulid juga semoga saja anak kami mendapatkan syafaatnya Rosulalloh SAW, walaupun acaranya sederhana dengan mengadakan syukuran Sawer dan Marhabanan yang terpenting niatan ibadah kami sebagai orang tuanya di mana harus Menyunat/Khitan anak laki-lakinya sudah kami lakukan."

Adapun acara pesta yang lebih meriah dengan acara mengundang teman dan handai taulan untuk ikut memeriahkan Syukuran keluarga Wahyudin.


Penulis : Wahyudin
Editor : Abdi

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: