Eksekusi Gedung Astranawa Ricuh, Isi Kantor Media "Diacak-acak" - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 15 November 2019

Eksekusi Gedung Astranawa Ricuh, Isi Kantor Media "Diacak-acak"

0 Viewers
Foto Suasana di depan Gedung Astranawa dan kantor media harian Duta Masyarakat paska eksekusi oleh pihak Pengadilan Negeri Surabaya.
Berita Rakyat, Surabaya - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melakukan eksekusi gedung Astranawa di Jalan Gayungsari Timur, Rabu (13/11) siang kemarin. Saat  eksekusi berlangsung sempat terjadi kericuhan, dari pihak aparat kepolisian langsung mengamankan seseorang yang diketahui pemimpin redaksi (Pemred) Harian Duta Masyarakat.

Mokhammad Kaiyis yang dianggap mengganggu jalannya pelaksaan eksekusi langsung diborgol, Ia juga sempat ditahan bersama dua pria lain yang diketahui bernama Said dan Ugik. Meski demikian, ia kemudian dilepaskan.

“Saya menyadari dan saya paham betul, Ini karena dalam proses kebijakan hukum kita, hal semacam ini sering terjadi dan selalu menimpa orang-orang kecil,” ujar Kaiyis.

Redaksi media Harian Duta Masyarakat selama ini berkantor di dalam kompleks gedung Astranawa. Saat akan dieksekusi, barang-barang redaksi Media Duta Masyarakat seperti meja, kursi, komputer dan berkas-berkas lainya "diacak-acak" oleh petugas.


Foto: Kondisi ruangan redaksi Harian Duta Masyarakat.
Kaiyis menuturkan kepada wartawan bahwa eksekusi sebetulnya belum bisa dilakukan. Sebab ada upaya hukum lain (gugatan terhadap eksekusi) yang sedang dilakukan. 

“Kami masih melakukan perlawanan terhadap eksekusi itu. Pada Selasa kemarin sudah ditetapkan majelisnya dan kapan akan disidangkan perkara ini. Kalau gugatan terhadap eksekusi ini diterima, berarti eksekusi tidak bisa dilakukan. Harus ditunda dulu,” jelas dengan berharap.

lanjut pimpinan redaksi Duta Masyarakat, dengan rasa kecewa Kaligis mengungkapkan. Pada tanggal 26 November 2019 esok akan ada sidang di pengadilan. Ternyata eksekusi tetap dilakukan. 

“Sebagai orang kecil, saya hanya bisa teriak-teriak. Saya tidak punya pistol (senjata). Saat saya teriak-teriak, saya dikecrek (diborgol), lalu dimasukkan ke mobil. Lanjutnya, kemudian saya minta izin untuk mengamankan komputer dan jaringan yang ada di kantor saya," ungkapnya dengan wajah lesuh.

Usai dibawa ke Polrestabes Surabaya M. Kaiyis dipindahkan ke Polsek Jambangan. Setelah itu, Kaiyis dibawa menuju pos polisi Gayungan dekat Perumahan The Gayungsari (dekat Astranawa) lalu dilepaskan.


Penulis : Ade

Tidak ada komentar:

Post Top Ad