Rabu, 02 Oktober 2019

Sehari Digerebek Judi Dadu dan Cap Jiki Wonokromo Buka Lagi

Bagikan Berita ini:

Foto: Beberapa ciutan group media, komentar terkait gerebekan perjudian dan prostitusi stasiun wonokromo Surabaya.
Berita Rakyat, Surabaya - Ciutan disalah satu group whatsapp rekan media  menjadi bahan perbincangan, paska gerebekan judi stasiun wonokromo pada minggu, (29/09/19) kemaren. Setelah viral diberitakan terkait pengancaman preman perjudian dan prostitusi stasiun wonokromo Surabaya kepada wartawan menjadi sorotan publik.

Patut diacungi jempol, pihak Polsek Wonokromo Surabaya merespon kawasan perjudian dan prostitusi distasiun Wonokromo. Berkat informasi yang viral di media pihak polsek wonokromo berhasil menangkap 5 pelaku yang diduga bandar dan pemain judi disepanjang bantaran rel stasiun kereta api wonokromo, seperti yang di sampaikan pihak polsek jika kelima pelaku kini sedang dalam penyidikan polsek wonokromo

"Ya, kita mengamankan lima bandar judi diarea stasiun wonokromo Surabaya," ungkap Ipda Ari kepada media online Surabaya (01/09/19).

Memang fakta, perjudian dan prostitusi stasiun wonokromo sudah bertahun-tahun beroperasi. Mustahil jika  bisa tutup, meski berkali-kali ditindak oleh aparat kepolisian, pasti ke'esokan harinya akan beroperasi kembali. 

Dari pantauan ciutan group whatsapp awak media, yang diberi nama forum komunikasi wartawan ini, ada yang menyampaikan "yang bisa nutup perjudian stasiun Wonokromo berarti hebat" ada juga yang berkomentar minta tolong kepada salah satu wartawan yang menyikapi dalam pemberitaan "minta toleransi jangan ditulis" karena banyak oknum rekan-rekan wartawan  ditempat perjudian dan prostitusi stasiun wonokromo yang ikut didalam operasi "wisata" perjudian tersebut.



"Suatu sejarah besar kalau bisa menutup judi WK (wonokromo)," salah satu ciutan digroup whatsapp.

Sementara itu, disampaikan oleh sumber yang mewanti-wanti agar tidak menyebutkan nama. Judi stasiun wonokromo adalah rangkaian yang saling terkait, semua "pendekar" berada disitu. Mulai dari oknum Polisi dan oknum TNI hingga oknum wartawan dan oknum Sat-pol PP juga mengambil jatah memalui Heri (sang preman yang mengancam wartawan).

"Kemaren digerebek Polsek, namun besoknya buka lagi. Percuma juga digerebek, pelaku berani buka karena sudah rutin dan merata jatahnya. Lanjutnya, jatah mereka diambil bervariasi dan berbeda-beda tiap wartawan dijatah 15 ribu sampai 20 ribu, TNI dan Polisi 30 ribu sampai 50 ribu hingga 100 ribu setiap harinya, belum juga dari petugas Sat-pol PP. Hal itu juga membuat emosi para oknum wartawan yang mendapat jatah namun hanya sedikit, apalagi oknum Polisi dan oknum TNI yang didahulukan jatahnya sedang oknum wartawan bisa menunggu sampai pagi (alias ngantri) untuk mendapatkan uang jatah," ungkapnya sumber kepada media ini (01/10/19).

Lanjut sumber, ada oknum polsek wonokromo juga mengambil jatah setiap minggunya melalui Heri (preman) yang bertugas terima tamu khusus judi dadu, "ada tiga titik disitu, judi dadu, judi cap jiki dan prostitusi, ketiga titik itulah yang memberi jatah kepada oknum. 

Bagaimana cara para oknum untuk mengambil jatah dari perjudian dan prostitusi agar tidak terlalu kentara, dijelasakan juga sumber "Cara oknum mengambil jatah disitu menghubungi Heri melalui seluler, setelah berada dilokasi Heri menemui oknum tersebut. Begitulah cara mereka mengkondisikan oknum polisi, TNI dan satpol pp," terangnya sumber ini yang ingin tempat tersebut ditutup (01/10/19).


Penulis : Ade

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: