Sabtu, 14 September 2019

Ditjen PAS Perkenalkan Revitalisasi Pemasyarakatan di Wonderful Nias Expo 2019

Bagikan Berita ini:

Berita Rakyat, Nias - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) jadikan Wonderful Nias Expo 2019 untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan dan layanan berbasis IT di jajaran Pemasyarakatan.

Tak hanya itu, pada ajang yang merupakan rangkaian dari acara Sail Nias 2019 ini, Ditjen PAS juga menampilkan eksistensinya dalam keikutsertaan mendukung penguatan dan ketahanan pangan Nasional melalui Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Minimum Security. 

Sail Nias Expo 2019 resmi dibuka oleh Staf Ahli Kementerian Perdagangan Bidang Keamanan Pasar, Sutriono Edi didampingi Bupati Nias Selatan, Hilairius Dhoha, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ibnu Chuldun mewakili Kementerian Hukum dan HAM RI, Rabu (11/9).

Sutriono menyatakan bahwa Sail Nias 2019 diharapkan dapat memperkenalkan potensi Pulau Nias secara lebih eksklusif sebagai salah satu destinasi wisata dunia yang patut dibanggakan. "Untuk memperkenalkan dan meningkatkan potensi Nias sebagai destinasi wisata dunia tidak hanya tugas dari pemerintah daerah namun semua aspek pendukung mulai dari masyarakat hingga seluruh kelembagaan negara," ujarnya.


Menurutnya, ada banyak potensi yang dapat dikembangkan dari Pulau Nias, mulai dari hasil alam, kearifan lokal, produk-produk kerajinan hingga keuntungan letak geografis hingga dapat menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

"Banyak potensi yang dapat dikembangkan dan dibanggakan, bukan hanya untuk Pulau Nias, namun juga membanggakan Indonesia," ucap Sutriono.

"Melalui Sail Nias Expo 2019, kita tunjukkan dukungan dan kesiapan dari semua aspek untuk menjadikan Pulau Nias sebagai Destinasi Dunia," tandasnya.

Sekretaris Ditjen PAS sekaligus Sekretaris Koordinator Tim Penyelenggaraan Wonderful Nias Expo 2019, Ibnu Chuldun mengatakan bahwa keikutsertaan Ditjen PAS dalam Wonderful Nias Expo 2019 sebagai wujud keterbukaan informasi publik untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai program pembinaan terhadap narapidana di dalam lapas.

“Pembinaan di lapas menekankan pada perubahan perilaku dan menentukan penempatan narapidana. Mereka yang berperilaku baik diberikan program keterampilan yang mendukung ketahanan pangan Nasional seperti pertanian, home industry, dan sebagainya,” jelas Ibnu. 


Penulis : Anon
Sumber : Humas Ditjen PAS

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: