Selasa, 27 Agustus 2019

Polda Sumut Belum berani Tetapkan Tersangka KPA Baharuddin Siagian Dalam Kasus Korupsi Dispora

Bagikan Berita ini:

Berita Rakyat, Medan ~ Penanganan kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Sirkuit  Tartan Atletik PPLP Dispora Sumut TA 2017 senilai Rp. 4,797.000.000 yang saat ini kasusnya tengah ditangani Subdit III/Tipikor Krimsus Polda Sumut masih tanda tanya.

Kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah itu saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Polisi guna menangkap aktor intelektualnya.

Kerja keras penyidik menetapkan status tersangka terhadap  Sujamrat Amru selaku Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Direktur PT Rian Makmur, Junaidi setidaknya  layak diberikan apresiasi.

Sayangnya, hingga kini penyidik Polda Sumatra utara belum berani menetapkan Baharuddin Siagian sebagai tersangka. Padahal dalam kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Tartan Atletik PPLP Dispora Sumut itu Baharuddin Siagian berperan sebagai Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA)

Totalitas Polisi dalam menangani kasus dugaan korupsi di Dispora Sumatra utara tersebut kini mulai dipertanyakan publik dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) penggiat korupsi.

Ketua DPP Forum Rakyat Sumatera Utara (FoRSU) Ahmad Faisal Nasution kepada media ini, pada Senin (26/8/2019) mengatakan, mereka akan terus mengikuti perkembangan kasus korupsi proyek pembangunan Tartan Atletik PPLP Dispora Sumut tersebut.

Terutama terkait kejanggalan dalam proses penyelidikan mulai dari penahanan Sujamrat selaku PPTK ditahan seorang diri, lalu penggeledahan Kantor Dispora Sumut hingga ditahannya pihak rekanan Junaidi selaku kontraktor, dengan waktu penahanan yang berbeda.

"Ini seperti ada yang disembunyikan, kami dari FoRSU mencurigai kuat pernanan Kadispora sangat berkompeten terlibat sebagai KPA. Sebagai KPA tentu beliau sosok yang paling bertanggungjawab dalam kasus proyek pembangunan Sirkuit Tartan Atletik itu, " ujar Faisal Nasution.

Menurut Faisal, hampir seluruh penandatanganan kontrak hingga proses pembayaran beliau sebagai KPA membubuhkan tandatangan pada dokumen pada kontrak kerja pembangunan Sirkuit.

"Jadi menurut kami selaku KPA tidak terlibat dalam permasalahan ini, " tegas Faisal.

Lanjut Faisal, hari Selasa mereka juga akan melakukan turun aksi ke Kantor Gubernur untuk memunta Gubsu segera mencopot jabatan Kepala Dinas tersebut, agar pihak penyidik leluasa memeriksa beliau.

"Artinya biar beliau lebih  fokus dalam menghadapi proses pemeriksaan, sehingga tidak terbebani kegiatannya sebagai Kadis, " tandasnya.

Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Roni Samtana saat di konfirmasi melalui layanan WatsApp terkait BAP Sujamrat Amru sebagai PPTK dan peran Baharuddin Siagian sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sirkuit Tartan Atletik Dispora Sumatra utara, pada Minggu (25/8/2019) mengatakan, terkait peran Kadispora Baharuddin Siagian pihaknya masih melakukan pendalaman termasuk bukti materil dan formilnya.

"Terkait peran Kadispora masih kita perdalam. Termasuk bukti materi dan formilnya," kata mantan penyidik KPK itu kepada wartawan.

Ditanyakan, dalam menunggu hasil pendalaman bukti materil dan formil yang dilakukan Polisi nantinya, tidak menutup kemungkinan Kadisporasu bisa menjadi tersangka.

"Semua tergantung alat bukti yang ada," pungkas Kombes Roni.


Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Abdi

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: