Ketua DPC Pospera : KPK Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi UPT RSUD Deliserdang - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 02 Agustus 2019

Ketua DPC Pospera : KPK Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi UPT RSUD Deliserdang

0 Viewers
Ist.
Berita Rakyat, Medan ~ Demi tegaknya supremasi hukum di negeri ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengambil alih kasus dugaan korupsi UPT RSUD Deliserdang TA 2017 senilai Rp11 Miliar.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Deliserdang, Jepta Panjaitan, ST kepada Berita Rakyat.co.id, Kamis (1/8/2019) mengatakan, segala bentuk praktik pungutan liar (Pungli) dan korupsi di negeri ini harus dikikis habis.

"Demi tegaknya supremasi hukum, KPK harus mengambil alih kasus dugaan korupsi UPT RSUD Deliserdang. Pungli dan korupsi di negeri ini harus dikikis habis, " tegas Jepta.

Menurut Jepta, dugaan korupsi ditubuh UPT RSUD Deliserdang senilai Rp11 Miliar tersebut adalah merupakan kejahatan besar. Pasalnya, angka tersebut sangatlah fantastis dan layak diatensi oleh KPK.

Apalagi dalam kasus dugaan korupsi bernilai puluhan miliar tersebut diduga ikut menyeret nama  Direktur Utama (Dirut) RSUD Deliserdang, dr HF.

"Kita akan desak KPK agar  mengambil alih kasus itu. POSPERA Deliserdang juga akan mengawal kasus dugaan korupsi Mark Up anggaran di UPT RSUD Deliserdang tersebut, " ujar Jepta.

Lanjut Jepta, kami menilai, dugaan Mark Up anggaran biaya kegiatan operasional dan pemeliharaan TA 2017 senilai Rp11 Miliar di UPT RSUD tersebut terstruktur dan masif.

Sebagai lembaga anti rasuah, KPK memiliki wewenang dan power untuk  menyeret semua oknum yang terlibat dalam Mark Up anggaran di UPT RSUD tersebut.

"Kasus dugaan Mark Up anggaran di UPT RSUD ini  harus selesai. Karna sesuai dengan misi Presiden Jokow, lima tahun kedepan  pemerintahannya segala bentuk Pungli dan korupsi akan diberantas habis, " ungkap Jepta Panjaitan  yang dalam waktu dekat ini akan bertemu dengan Adian Napitupulu.


Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Abdi

Tidak ada komentar:

Post Top Ad