Sabtu, 31 Agustus 2019

Dies Natalis ke 55, WR I : FT UNM Fakultas Terbesar dan Paling Diminati

Bagikan Berita ini:
Suasana Seminar Nasional FT UNM

Berita Rakyat, Makassar - Dalam rangka Dies Natalis yang ke-55 tahun Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menggelar berbagai kegiatan, salah satunya seminar nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Teater Lantai 3 Menara Pinisi UNM sukses terselenggara dengan menghadirkan Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Ojat Darojat dan Sekretaris Departeman Informatika UNHAS Dr. Indrabayu.

Dalam laporannya, Dr. Mustari Lamada sebagai Ketua Panitia kegiatan mengatakan bahwa seminar nasional ini juga menghadirkan 66 orang pemakalah dengan tema "Membangun Katakter Bangsa Melalui Internet of Things Pada Era Revolusi 4.0".

"Pemakalah ada sebanyak 66 orang dan peserta sekitar 457 orang,"Ucapnya, Sabtu (31/08/19).

Selanjutnya, Prof. Dr. Muhammad Yahya sebagai Dekan Fakultas Teknik UNM mengatakan bahwa kegiatan seminar tersebut merupakan agenda tahunan Fakultas Teknik UNM.

"Seminar Nasional ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan FT UNM yang dan salah satu rangkaian ulang tahun yang ke-55," Ujarnya.

Menurutnya dalam perjalanan FT UNM, sejak di dirikan telah beberapa kali berubah nama hingga akhirnya berdiri sendiri.

"Perjalanan FT UNM dimulai sejak 1 september 1964 beberapa kali berubah nama seperti saat kita masih dalam naungan Unhas, Kemudian UNY Yogyakarta lalu akhirnya berdiri sendiri dengan nama Fakultas Teknik hingga sekarang," Ucap mantan Wakil Dekan I FT UNM ini.

Kegiatan ini di buka langsung oleh Rektor UNM yang diwakili oleh Prof. Dr. Muharram sebagai Wakil Rektor I UNM.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan FT UNM, yaitu Seminar Nasional.

"Fakultas yg baru pertama kali mengadakan acara seperti ini adalah FT UNM, Fakultas terbesar di UNM yg memiliki 17 program studi dan paling diminati calon mahasiswa baru," Ujar Prosessor Muharram diikuti tepuk tangan peserta Seminar Nasional.

Ia menekankan kedepan dizaman sekarang, inovasi harus terus dikembangkan menghadapi revolusi 4.0.

Hingga berita ini diturunkan, diskusi masih berlangsung yang dihadiri ratusan peserta dari mahasiswa, guru, dosen dan umum yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. (*)



Penulis : Nurul
Editor : Putra

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: