Walikota Siantar Hefriansyah Noor Diperiksa Subdit III/Tipikor Krimsus Poldasu. - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 30 Juli 2019

Walikota Siantar Hefriansyah Noor Diperiksa Subdit III/Tipikor Krimsus Poldasu.

0 Viewers

Berita Rakyat, Medan ~ Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor akhirnya diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor  Krimsus Polda Sumatera Utara, Senin (29/7/2019). Pemeriksaan terhadap Hefriansyah tersebut berlangsung hingga Pukul 21.00 WIB.

Meski tanpa didampingi kuasa hukum ataupun dari pemerintah,  Hefriansyah Noor terlihat tetap percaya diri dan kooperatif menjawab pertanyaan yang ditanyakan penyidik, terkait dugaan Pungli insentif pegawai di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematangsiantar.

"Saya sendiri saja, tidak pakai penasehat hukum dari pemerintah ataupun  pribadi. Tidak ada masalah semua yang ditanya penyidik sudah kita jawab dan kita kooperatif aja," ujar Hefriansyah, sebelum meninggalkan Gedung Krimsus Poldasu  dengan menggunakan mobil Toyota Innova berwarna putih silver BK 1326 RX.

Sebelumnya, saat ditanya wartawan apakah pungutan yang dilakukan tersangka Adiaksa Purba dan Erni Zendrato selaku Kepala dan Bendahara Pengeluaran BPKD Kota Pematangsiantar tersebut sesuai dengan  perintah dari Walikota

"Tanya langsung ke bidang hukum Pemkot Pematangsiantar aja," ucapnya.

Kasubdit III/Tipidkor Krimsus Polda Sumatera Utara, Kompol Roman Smaradhana Elhaj membenarkan pemeriksaan Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Pematangsiantar. Ketiganya diperiksa masih sebagai saksi.

"Iya benar, mereka diperiksa sebagai saksi, dan ini merupakan pemeriksaan awal terkait dugaan Pungli atas tersangka Adiaksa Purba dan Erni Zendrato. Terlalu prematur jika menetapkan tersangka setelah memeriksa Walikota," kata Roman.

Sebagaimana diketahui, nama Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Pematangsiantar muncul pasca terungkapnya kasus pungutan insentif pegawai di BPKD Kota Pematangsiantar.

Dalam kasus ini, Polda Sumatera Utara telah melakukan penggeledahan sebanyak  dua kali di Kantor BPKD Kota Pematangsiantar, pertama Kamis 12 Juli 2019 lalu.

Sebanyak 16 pegawai dibawa ke Mapolda Sumut berikut barang bukti uang sebesar Rp186 Juta turut diamankan.

Kemudian, setelah dilakukan  pengembangan, Polisi kembali melakukan penggeledahan dan mengamankan beberapa dokumen yang dianggap penting.

Polisi sudah menetapkan dua tersangka yakni Kepala BPKD Adiaksa Purba dan  Bendahara Pengeluaran Erni Zendrato. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mencari apakah kemungkinan masih ada tersangka lain.


Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Abdi

Tidak ada komentar:

Post Top Ad