Sabtu, 27 Juli 2019

Terdakwa Kasus Korupsi Mantan Bupati Pakpak Bharat di Vonis 7 Tahun Penjara

Bagikan Berita ini:

Berita Rakyat, Medan ~ Terdakwa korupsi  mantan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu dijatuhi hukuman 7 tahun penjara, serta  membayar denda sebesar Rp650 Juta,  subsider 4 bulan kurungan.

Sidang vonis putusan yang  dibacakan oleh Ketua majelis hakim, Abdul Aziz tersebut  berlangsung diruang  Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (25/7/2019).

Majelis hakim menyatakan, Remigo didakwa bersalah menerima suap sebesar Rp 1,2 miliar. Perbuatannya melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,  sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 20 Tahun 2001, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

"Terdakwa Remigo Yolando Berutu terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yang dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendri," ucap majelis hakim.

Majelis hakim juga menghukum Remigo dengan mencabut hak politiknya berupa hak tidak dipilih selama 4 tahun dalam jabatan publik usai dia menjalani masa hukuman pokok.

Penuntut Umum KPK sebelumnya meminta agar Remigo dihukum 8 tahun dan denda Rp 650 Juta subsider 6 bulan kurungan. Dengan membayar uang pengganti (UP) kerugian  negara cq Pemkab Pakpak Bharat sebesar Rp 1,2 miliar serta pencabutan hak politik selama 4 tahun usai menjalani masa hukuman pokok.

Menyikapi putusan itu, terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Usai persidangan, pendukung dan keluarga Remigo yang menghadiri persidangan tampak  histeris dan langsung memeluk Remigo.

Dalam perkara ini Remigo didakwa telah menerima uang melalui David Anderson Karokaro dan Hendriko Sembiring sebanyak Rp 1.600.000.000 yang di dapat dari beberapa rekanan.

Sebanyak Rp720 Juta diperoleh dari Dilon Bacin, Gugung Banurea, dan Nusler Banurea. Sedangkan uang sebesar Rp 580 Juta dari Rijal Efendi Padang dan Rp300 Juta dari Anwar Fuseng Padang.


Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Abdi

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: