Sabtu, 06 Juli 2019

Terbayang Film Dewasa, HA diringkus Unit Reskrim Polsek Mataraman

Bagikan Berita ini:
Foto : Tersangka HN (mengenakan kaos hitam) digelandang Unit Reskrim Polsek Mataraman.
Berita Rakyat, Martapura - Karena terlalu sering menonton film dewasa, halusinasi seksual HA (20) tak terbendung. Pemuda tersebut melampiaskan nafsu syahwatnya dengan melakukan hal tidak senonoh terhadap MN (13) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Akibat perbuatannya HA berurusan dengan pihak Kepolisian Sektor Mataraman, Polres Banjar. Pelaku ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Mataraman dipinggir jalan depan RS. Danau Salak.

"Penangkapan tersangka (HA)  berawal dari MN yang mengadu kepada orang tua bahwa ia telah menjadi korban pencabulan oleh HA. Orang tua yang kaget dan tidak terima atas perbuatan HA, melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepolisian Sektor Mataraman," kata Kapolsek Mataraman Iptu Embang Pramono pada, Jumat (5/7).

Masih Embang, tersangka ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Mataraman dipinggir jalan depan RS. Danau Salak, yang sedang menunggu temannya.

"Selanjutnya tersangka diamankan dan dibawa ke Mapolsek Mataraman guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelas Embang.

Sebelum melakukan perbuatan tak senonohnya tersebut, HA mengenal MN sejak bulan Januari 2019. Setelah lama mengenal HN pun menjalin hubungan asmara dengan MN yaitu berpacaran, namun hubungan mereka berdua mengalami putus nyambung.

Niat kotor HA muncul saat ia melakukan komunikasi dengan korban melalui pesan singkat, "Jika hubungan kita mau lancar, kamu harus mau berbulan madu sama saya," ujar HA melalui Kapolsek Mataraman Iptu Embang Pramono, saat konferensi pers, (5/7).

Selanjutnya, tersangka melakukan ketemuan dengan korban (MN), menjemput MN di Lapangan Bola, desa Jabuk dan membawanya ke sebuah gubuk, sesampainya di gubuk tersebut, HA mengajak korban untuk masuk ke dalam gubuk. Korban yang sempat menolak dan melawan atas ajakan HA, akhirnya menarik tangan korban dan membawanya ke dalam gubuk dan melakukan perbuatan pencabulan tersebut," beber Embang.

Selain mengamankan tersangka (HA), Polisi juga turut mengamankan sebagai barang bukti berupa 1 lembar celana perempuan berwarna Loreng, 1 lembar baju lengan pendek perempuan berwarna ping, dan 1 lembar celana dalam perempuan berwarna kuning, serta 1 buah BH (Kutang) berwarna kuning.

Atas perbuatannya, kini HA harus mendekam dijeruji pesakitan dan dijerat Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia atas Undang Undang Republik Indoneaia Nomer 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak atau Persetubuhan Terhadap Anak dibawah Umur.


Penulis : Mada
Editor : Anont

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: