Kamis, 02 Mei 2019

Pemberlakuan Denda 'Cancel' Grab Tanpa Alasan Mulai Diterapkan

Bagikan Berita ini:
Ist

Berita Rakyat, Makassar - 
Setelah pemberlakuan di tuan rumah, Malaysia kini Singapura,  layanan transportasi online Grab Filipina secara tegas akan menerapkan denda sebesar P50 atau Rp 13.850 kepada penumpang yang membatalkan pesanan atau cancel order GrabCar/Grabike, lima menit setelah mendapatkan pemesanan pengemudi atau driver.

Menurut Presiden Grab Filipina, Brian Cu, selain untuk penumpang yang membatalkan perjalanan lima menit setelah mendapatkan driver, denda juga berlaku bagi penumpang yang gagal muncul di titik penjemputan, juga dalam waktu lima menit, setelah memesan grabcar.

"Biaya pembatalan akan ditambahkan ke biaya pemesanan berikutnya jika penumpang membayar tunai," kata Cu, seperti dilansir Wartawan BR, Kamis (2/5/2019).

Selain Nilai denda, ia menyebut akun penumpang juga akan di bekuhkan sementara selama 24 jam jika mereka membatalkan perjalanan dua kali dalam satu jam, tiga kali dalam sehari atau lima kali dalam seminnggu, jika membatalkan pemesanan penumpang tanpa alasan yang tepat serta pilih-pilih tujuan penumpang.

"Platform mereka akan 'dikunci' jika ketahuan cuek atau membatalkan pesanan secara berlebihan," tegas dia.

Brian Cu juga menginformasikan bahwa penumpang secara otomatis mendapatkan penghargaan atau rewardsebanyak 30 poin apabila melaporkan driver membatalkan perjalanan.

Sementara 'Fitur Tip' juga diluncurkan yang memungkinkan penumpang memberi hadiah kepada driver yang kendaraannya mereka tumpangi.

"Kebijakan ini untuk menciptakan ekosistem ride-hailing yang lebih baik, di mana penumpang dan drivermempraktikkan penggunaan platform Grab yang bertanggung jawab," ujarnya.

Kendati demikian, ia mengaku bersedia mengembalikan biaya pembatalan yang salah dibebankan dalam waktu 48 jam. Cu telah memberi tahu Dewan Transportasi Darat, Waralaba dan Regulasi (LTFRB) Filipina tentang kebijakan cancel orderyang baru ini.




Penulis : Ciswadi M
Editor : Hary

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment

0 komentar: