Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak : Masih kita Dalami Kasus Pembunuhan Mantan Jurnalis - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 15 Mei 2019

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak : Masih kita Dalami Kasus Pembunuhan Mantan Jurnalis

0 Viewers
Foto : Net.
Berita Rakyat, Surabaya - Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali menggelar Konferensi pers kasus pembunuhan mantan jurnalis berita online Suara Gegana, Selasa (14/5).

Dalam rilis yang langsung di pimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak tersebut, menguak pelaku dibalik kasus pembunuhan Soeprayitno (53) warga asal Sidotopo yang terbunuh di rumah istri mudanya di Jalan Tanah Merah gang 2, Surabaya.

Kepada awak media, AKBP Antonius Agus Rahmanto membenarkan, pelaku kini sudah kita amankan, atas nama CA (32).

“Kami hadirkan pelaku berinisial CA ini dihadapan teman-teman sesuai janji saya. Yang kemarin belum bisa kami hadirkan karena masih kami pastikan dulu apa benar ini pelakunya,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, (14/5).

Pelaku (CA) sebelumnya sempat tersiar telah menyerahkan diri diantar keluarganya ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pada Senin dini hari, (13/5/2019), setelah Kapolres menyerukan agar si pembunuh menyerahkan diri supaya mendapat keringanan hukuman," ungkap Agus.

Kronilogis kejadian," peristiwa pembuhan terhadap Soeprayitno sendiri berlangsung pada Jumat malam (10/5/2019), dimana saat itu Seoprayitno bersimpah darah, dibunuh seseorang di depan rumah istri keduanya usai Sholat Tarawih.

Dari keterangan saksi mata, ada dua orang yang awalnya datang mengendarai sepeda motor berboncegan.

"Saat ini kami masih mencari orang yang mengendarai motor atau joki. Dari keterangan si pelaku, dia juga tidak begitu kenal. Mereka bertemu di warung kopi, kemudian si joki itu diminta mengantar. Untuk menghabisi nyawa korban, dilakukan sendiri oleh CA ini," beber Agus.

Sementara, menurut keterangan CA dihadapan penyidik, dia membunuh korban lantaran jengkel dan sakit hati.

"Namun untuk sementara alasannya itu. Untuk motif secara keseluruhan kami masih dalami," tambahnya.

Hilangnya nyawa korban dikarenakan  kehabisan darah, pasalnya luka sabetan pisau pada bagian lengan kanan yang mengoyak pembuluh darah besarnya atau pembuluh vena. Nahasnya korban tewas kehabisan darah," lanjut Agus.

“Korban sempat didatangi istri keduanya di rumah sakit. Waktu itu kondisinya masih hidup dan sempat bicara sesuatu. Baru beberapa saat kemudian korban meninggal. Jadi dia tidak meninggal langsung di TKP. Masih sempat dibawa ke rumah sakit," paparnya.


Penulis : Yasyu

Tidak ada komentar:

Post Top Ad